<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145</id><updated>2012-01-15T16:44:15.626-08:00</updated><category term='inspiring  thing'/><category term='refleksi'/><category term='ongoing notes'/><category term='catatan tertinggal'/><category term='cerita Naufal'/><category term='Liburan'/><category term='Lensa Remaja'/><category term='Curhat'/><title type='text'>Hari Penuh Makna</title><subtitle type='html'>Ini adalah rumah tempat aku mengundang semua orang untuk berbagi ide, cerita, dan pengalaman agar hidup menjadi lebih dinamis.. Selamat datang Kawan...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-1390246352372062930</id><published>2012-01-14T20:31:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T16:12:49.983-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspiring  thing'/><title type='text'>Just For You</title><content type='html'>By Richard Cocciante&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I can’t stay now and just wait how my hands grow so impatient&lt;br /&gt;Many things  I’ve got to do now for the first rays of the morning&lt;br /&gt;Though she dream in peacefull chamber , sleep to me just doesn’t come&lt;br /&gt;When she wake I’ll try to tell her everything I have to say&lt;br /&gt;And the night so dark inside me, makes me finally understand &lt;br /&gt;With the love that she has given, she can light the sky forever&lt;br /&gt;It’s the way she came so freely, it’s the way she takes my hands&lt;br /&gt;I’ll just ask the sun shine brightly got to see her smile again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then I’ll sing the song I’ve written and I’ll make the whole world listen&lt;br /&gt;In the silence just for you like no one has ever heard&lt;br /&gt;And I’ll wake up all the lovers  and I’ll keep them there for hours&lt;br /&gt;And we’ll do the things we’ve wanted the way that lovers do&lt;br /&gt;And we’ll run into the street and we’ll start to dance like crazy&lt;br /&gt;Cause she want only to feel joy in the love she give and need&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And we’ll take it as colors and we’ll paint the street and building&lt;br /&gt;Rainbow colors everyone those she wants colors to sing&lt;br /&gt;And we play full filled with flowers make this street alive with spring&lt;br /&gt;Make a place where lovers go fly away that’s lovers know&lt;br /&gt;Then we’ll fly into the sky and we’ll choose with two stars&lt;br /&gt;And our stars will tell to the whole world the love we have , we are&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The love we share is sweet, the love we’ve now is real&lt;br /&gt;That love is not the dream, but last the love than long&lt;br /&gt;Because your love and mine be give without dreaming all we need&lt;br /&gt;And the love that we have given return to us to win&lt;br /&gt;Cos your love for me is not beginning and the end&lt;br /&gt;Your love and mine, this love, for me, forever.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-1390246352372062930?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/1390246352372062930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=1390246352372062930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/1390246352372062930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/1390246352372062930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2012/01/just-for-you.html' title='Just For You'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-2463979424133263060</id><published>2012-01-07T09:04:00.000-08:00</published><updated>2012-01-07T09:31:03.849-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lensa Remaja'/><title type='text'>Laporan Azmi</title><content type='html'>Semua anggota Lensa Remaja wajib membuat laporan dari setiap kegiatan yang sudah dilakukannya. Tulisan yang mereka buat di-upload di webnya masing-masing supaya mudah diakses. Tautan web mereka ada di blog ini. Bagi yang belum memiliki web, wajib mengirimkan tulisannya kepada saya dan akan dibantu dimuatkan pada blog saya. Kelak kalau website Lensa Remaja sudah dibangun semua tulisan anak-anak akan dimuat di sana. Berikut adalah tulisan Azmi, kelas 9 dan Risya kelas XI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TULISAN AZMI, TANPA JUDUL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;saya akan menceritakan liburan saya yang unik bersama lensa remaja , penasaran? yu kita langsung saja berpetualang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dua hari sebelum pemberangkatan -&lt;br /&gt;hari ini hari sabtu sekarang kita akan rapat untuk terakhir kalinya karena besok anak LR akan di liburkan , rapat berlangsung di sd Hikmah Teladan dan keadaan cukup mencekam sambil tertawa (lho?) . hari ini kita ngebahas soal materi , jadwal perjalanan , pembagian kelompok , dan memastikan apa yang harus di bawa nanti kesana dan rapat ini cukup menguras tenaga dan fikiran sempet juga beberapa kali berdebat dengan alotnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hari pertama -&lt;br /&gt;jam 10 kita berkumpul di depan cimahi mall dan seperti biasa saya ngaret dan seperti biasa pula rifki marah-marah karena saya ngaret . seketika itu saya langsung mengudara menuju cimahi mall (walaupun naik ojek) , sleb baru sampe cimahi mall udah ada lautan orang yang nunggu bis budiman ga kebayang gimana ceritanya mana kita bis naik bis sedangkan 9 orang dan mayoritas perempuan . akhirnya setelah debat sama bu diana kita memutuskan manyewa APV saja karena keadaan tidak mendukung dan katanya bus budimanya kejebak macet jadi tidak diketahui kapan bakal sampai di cimahinya. setelah menunggu satu jam akhirnya mobil yang akan mengantarkan kita datang dan kitapun berangkat. singkat cerita perjalan 3 setenagh jam yang melelahkan akhirnya kita sampai di rumah kakanya pa arifin ,  and finaly time to rest and take a bath karena kita sangat lelah dan berkeringat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Hari kedua-&lt;br /&gt;jam 4 subuh saya di bangunkan dari mimpi indah saatnya bersiap-siap dan mandi tapi sayang seribu sayang waktu tapi tak apa ga mandi juga tetep ganteng ko . jam 6 kita pergi menggukan kolbak yang sebenarnya untuk hewan kurban , 1 jam perjalanan di jalan mulus dan seksi ditambah 1 jam perjalanan di jalan jelek dan tidak beraspal kita sampai di cieceng karena keterlambatan ada beberapa acara yang di skip . saya , rifki dan naufal langsung ke kelas 6 sd , kita dikenalin sama kepala sekolah sd dan itu sangat menegangkan tapi semuanya berjajalan lancar . peralajaran pertama kita TO b. indonesia dan alhamdulillah berjalan lancar , habis itu kita barmain game , game nya adalah kita harus gulungan kertas ke siapa saja dan yang mendapatkan kertas itu harus memperkenalkan diri , cita-cita dan motivasinya game ini juga berjalan lancar . setelah itu kita TO ipa dan matematika dan terakhir pembahasan kilat semua lancar kecuali pembahsa yang aka kacau . karena sudah sore kita selesaikan hari ini dan kita pun beristirahat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-hari ketiga-&lt;br /&gt;hari ini kita hanya akan beramain game karena sudah tidak ada try out dan pembahasan . game pertama yaitu game balap perahu , cara kerjanya kita berikan dua lembar katon yang lumain besar , jadi para pemain harus menuju ke garis finish dengan cara berpinda dari katon satu ke karton lainya . kalau terjatuh harus memulai dari start awal dan pemenangnya adalah tim indra . game kedua adalah game survival , jadi satu tim itu berdiri di sebuah karton meraka harus bisa berdiri selama 30 detik dengan di ganggu oleh kita  dan jika berhasil kertas akan di bagi dua dan seterusnya . tim yang menang adalah tim dede  berhasil bertahan di lipatan ke tiga selama 20 detik . acara terakhir kita meminta mereka mebuat kesan-kesan , saran dan kritik setelah dua hari di ajari oleh kita , dan ada satu yang membuat idung saya hampir terbang karenanya , ini beberapa yang akan saya perlihatkan maaf tidak bisa semuanya karena terlalu banyak , pokonya termia kasih buat ade-ade disana wis you all teh best , semoga sukses dan sekali lagi terima kasih :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                   dari popon&lt;br /&gt;saya merasa senang dengan adanya ka azmi , ripki , dan ka noval , saya mau berterima kasis kepada semuanya jauh-jauh darii bandung untuk mengajar kita , pelajarang/permainan yang kaka kasih terima kasih . terutama mengajar try out semoga ujian nanti kita bisa lulus . . .&lt;br /&gt;tolong do'akan kamu yah. . . .&lt;br /&gt;dan ka ajmi  sa'at mengajar kami begitu pintar banget , saya baru lihat kelas 3 smp sudah begitu pintar . . .&lt;br /&gt;ka azmi dan yang lainya semoga cita-cita kaka bisa terkabul oleh Allah . . . amin&lt;br /&gt;ka semoga nanti kaka bisa mengajar kami lagi . . . nah . . . satu lagi ada kekuranganya dari kakak-kakak semua kenapa engga memeperhatikan cewenya padahal cewe juga pengen di hargai , tapi segitu juga terima kasih yang sebesarbesarnya. . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     dari dede&lt;br /&gt;kemarin aku seneng banget di ajarin sama kakak-kakak . tapi saynagnya hanya sebentar . aku itu suka banget sama panitianya kemarin waktu try out . sama kakak-kakak suma terimakasih ka sudah mengajari aku dalam permainan aku suka banget permainanya karena aku belum pernah main permainanya . ka terima kasis sudah ajak aku main dan mendapatkan ilmu yang banytak dan bermanfaat .&lt;br /&gt;wasalamu'alaikum wr . wb .&lt;br /&gt;terima kasih kaka semua .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TULISAN RISYA&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Trip to Cieceng&lt;br /&gt;By Risya&lt;br /&gt;Dear guys, Aku kira liburan semester ganjil kali ini akan sama saja seperti liburan-liburan lalu. Yap, membosankan. Hanya berdiam diri dirumah nonton tv atau melakukan aktifitas yang bener-bener ngebosenin. Tapi, suatu hari Zahrah temen sekelasku ngajakin untuk liburan bareng awalnya sih kita mau ikut tawaran tour dari sekolah ke bali atau ke jogja. Tapi kita berubah pikiran, zaza nyeritain tentang liburannya dengan anak-anak Lensa Remaja ke cipatujah yang berbeda tapi asik. Lalu, akupun tertarik untuk ikut ke perjalanan selanjutnya karena zaza bilang “pantainya keren banget” .tapi, liburan kali ini mereka ngga lagi pergi ke cipatujah tapi kedaerah cieceng ditasikmalya untuk membantu siswa siswi disana menghadapi UN. Walaupun engga jadi ke pantai yang aku harapin, tapi i believe it’s gonna be fun .Setelah hari sabtunya kita diskusi tentang kegiatan dan buat soal, hari senin nya kita langsung berangkat ketempat yang dituju. Mau tau ceritaku selama disana?&lt;br /&gt;Here We Go!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 26 desember2011&lt;br /&gt; Kita sepakat berangkat pake bis budiman. So, kita janjian di cimall tepat jam 10 untuk naik bis. Sesampainya disana, banyak bangeeeet orang berkerumunan kayanya sih nunggu bis ke tasik.perasaan aku mengatakan kayanya kita ngga akan kebagian tiket deh,dan ternyata bener aja. Petugas budiman nya pun gatau bisnya dateng jam berapa, dan kalaupun ada kita harus  rebutan tempat duduk atau terancam berdiri sampe tasik. Akhirnya, kita memutuskan untuk nyewa mobil. Sambil nunggu mobil sewaan dateng, kita makan siang dulu di kfc, dan beberapa saat kemudian dari kejauhan kita melihat bis itu datang, belum juga sampe cimall bis itu udah disesaki oleh para penumpang. Untuuung aja kita udah nyewa mobil .&lt;br /&gt; Setelah selesai makan, mobilnya pun dateng dan kita langsung berpamitan sama para orang tua. Kita pun langsung berangkat menuju tasik sekitar jam setengah satu siang pake mobil AVP. Jumlah kita semua total ada 9 orang. Awalnya suasana di mobil biasa saja walaupun duduknya rada berdesakan, syukurlah jalanan pun lancar tanpa macet. Aku kira macet ngga akan ngenganggu perjalanan kita sampe tasik. But, di tengah perjalanan, aku ngga tau nama daerahnya, yaampyuuun macet banget. Didalam mobil sang ac pun ngga dingin, hanya terasa sesaat aja. Anak-anak yang duduk di kursi belakang merasa kepanasan dan meminta jendelanya dibuka. Awalnya sih pas dijalan ngga terlalu macet, angin sepoi-sepoi yang datang dari jendela terasa segar melebihi AC. Tapi, pas udah masuk daerah macet tadi, oh m g it’s reallllly hoooot!!!!! Serasa berdiam diri disebelah oven gitu deh. Tapi macet itupun tidak berlangsung lama. Di daerah nagrek, jalanan udah ngga macet lagi.&lt;br /&gt; Kita sampai ditasik sekitar pukul setengah 5 sore. Dan beristirahat di rumah uwa nya adry sebelum melakukan perjalanan lagi keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 27 desember 2011&lt;br /&gt; Di jadwal yang kita buat sih hari ini kita harus bangun jam 4 pagi dan langsung bersiap untuk pergi ke cieceng. Tapi tidurku semalam ngga nyenyak, jadi aku udah bangun jam setengah 3 pagi dan menunggu temen-temen sekamarku bangun lalu langsung mandi dan sholat shubuh jam 4 kurang. After that, kita sudah siap dan tinggal menunggu mobil datang. Kita berangkat sekitar jam 5 atau setengah 6-an menuju cieceng menggunakan future limousine, yaitu mobil pick up atau mungkin lebih dikenal mobil kol bak. Suasana pagi yang amat segar terasa sampai angin pagi yang cukup besar menyibak rambutku berulang kali yang membuatku seperti membintangi iklan shampoo di tv. Perjalanan memakan waktu kira 4 jam menuju cieceng melewati 2 jenis jalanan, jalanan biasa aja ( jalanan bagus) dan jalanan yang oh-so romantic  karena kita harus saling berpegangan bila melewatinya. Kita juga melewati sebuah jembatan kecil yang cukup menyeramkan untuk dilewati.&lt;br /&gt; Sesampainya di cieceng sekitar pukul 9 pagi, kita beristirahat sejenak di rumah salah satu warga yang tepat berada di sekolah yang akan kita kunjungi. Setelah beberapa saat kita pun siap untuk melakukan tujuan kita. Sebelumnya kita sudah membagi kelompok. Di SD ada azmi, rifki, dan naufal. Di SMP ada faika, aku, dan zaza yang sudah siap to rock the class. Di SMA ada adry, ka irsal, dan alfi.&lt;br /&gt;         Saat memasuki kelas, pertama tama kami memberi salam kepada anak anak yang sudah duduk manis mengunggu kita. Jujur saja aku sangat terkejut dengan keadaan kelas mereka yang serba apa adanya sampai-sampai mereka pun duduk hanya dengan beralaskan lantai yang dingin dan sangat minim fasilitas. Akupun terdiam sejenak dan mulai berpikir bahwa aku harus bisa lebih mensyukuri apa yang selama ini diberikan padaku. Mereka tampak rajin dan bersemangat belajar walaupun kurang fasilitas. Sementara aku? Yang selalu diberi banyak fasilitas yang memadai malah menjadi malas dan menganggap enteng pelajaran. Back to the story,  Setelah itu kami memperkenalkan diri dan mulai membagikan soal try out yang dimulai dengan pelajaran MATEMATIKA dilanjut dengan B. INDONESIA, IPA, dan terakhir B. INGGRIS. Tapi sayangnya, hasil test mereka tidak cukup memuaskan. Setelah semua selesai kita memulai “potret diri” dan beberapa games. Kita sempet bingung harus ngapain pada saat itu dan akhirnya menyuruh mereka untuk istirahat dan kembali lagi ke kelas pukul 1 siang.&lt;br /&gt;        Disaat istirahat berlansung aku, zaza, dan alfi ngantuk banget dan setelah ngobrol sebentar, kita tidur di kelas dimana aku mengajar. Cape karena perjalanan yang jauh terasa banget yang akhirnya menimbulkan tidur yang nyeyak selama waktu istirahat.&lt;br /&gt;        Setelah waktu menunjukan pukul satu siang anak-anak pun kembali berkumpul diruang kelas. Dan kita langsung memulai pembahasan soal. Disini mengajarkan aku untuk lebih menghargai orang lain, contohnya saja menganggap remeh omongan guru guru yang telah bersusah payah mengajarkan kita. tapi disini mereka berusaha untuk betul-betul menghargaiku dan teman-temanku walaupun mereka tampak lelah.&lt;br /&gt;   Pertama zahra membahas soal matematika dilanjutkan dengan faik yang membahas soal ipa biologi dan fisikanya di bahas olehku. Lalu dilanjutkan lagi pembahasan soal b. indonesia oleh faika. Di pembahasan soal keempat yaitu b.inggris yang kembali dibahas olehku, tampak jelas keletihan yang ada di mata para siswa dan siswi. Akhirnya pembahasan pun dipercepat dan mereka meminta pulang. Sebelum mereka pulang kami mengajak mereka untuk pergi ke curug esok hari.&lt;br /&gt;   Kamipun akhirnya beristirahat di rumah warga. Aku, alfi, dan zaza beristirahat di rumah teh ihah untuk mandi, shalat, dan makan. Setelah itu kami menyusul yang lainnya yang berada di rumah kepala sekolah. Pada malam harinya,kami berkumpul dikediaman kang usep dan guru lainnya selagi menunggu para pelajar SMA.  tim SMA kembali membahas soal di rumah kepala sekolah.aku benar-benar terkesan pada mereka, biarpun udah larut malem tapi mereka masih ingin belajar. Sementara itu aku dan lainnya mengobrol dengan para warga. Malam begitu cepat berlalu, saking asiknya kita berbincang tidak terasa waktu telah menunjukan pukul 11 malam. Mataku terasa seperti lampu yang udah tinggal 5 watt dan sebentar lagi redup, well I’m so sleepy.padahal aku masih ingin berkumpul dengan mereka. Akhirnya kang usep menyuruhku dan zaza tidur di salah satu kamar. Sementara yang lain masih asik dengan kegiatan mereka diluar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 28 desember 2011&lt;br /&gt; Sekitar pukul 5 pagi, kang usep membangunkan kami. Setelah shalat shubuh kita kembali ke rumah teh ihah untuk mandi. Ketika keluar dari rumah kepala sekolah aku melihat jalanan disekitar rumah basah, mungkin karena hujan di waktu shubuh kali ya. jalanan nya sangatlah licin dan berliku-liku itulah yang menjadi sebab adanya prinsip antara aku dan zaza, yaitu kita akan berpegangan sepanjang jalan, jika salah satu dari kami jatuh maka  kami berdua akan jatuh bersamaan :D. On my way to rumah teh ihah, belum terlalu jauh sih dari rumah kepala sekolah, prinsip itupun terjadi karena kondisi jalan juga sendal aku dan zaza yang sangat licin. Kami ngga hanya berdua loooh sekarang karenaaa alfi pun ikut jatoh dan membuat baju kami kotor. Galau pun sempat melanda karena the one and the only celanaku kotor banget sekarang.&lt;br /&gt;     Sesampainya di rumah teh ihah, akupun lansung mandi dan mencuci bagian celana yang kotor. Lalu aku, alfi, dan zaza makan pagi. Then, karena terlalu lama menunggu yang lainnya yang masih dirumah kepala sekolah, kami pun akhirnya terlelap tiduuuur LAGI dan menjelma kembali menjadi sleeping beauty.&lt;br /&gt;     Singkat cerita, kami kembali ke sekolah. Dan memberi tau mereka bahwa kami tidak jadi ke curug karena beberapa hal. Aku, faik, dan zaza benar-benar engga tau harus melakukan apa saat itu dikelas, we’re stuck. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk membuat dua kelompok yaitu kelompok laki-laki yang dibimbing oleh faik dan kelompok perempuan yang dipegang oleh zaza dan aku. Kami bertukar cerita dan pengalaman. Mereka bercerita tentang aktifitas mereka sampai keadaan sekolah mereka.setelah bercerita satu sama lain, aku sangatlah kagum pada perjuangan mereka. they’re such amazing people for me. Di hari kedua di cieceng ini lebih terasa kedekatan kita dibanding hari pertama. Kami juga memberi mereka games- games kecil yang berisi pelajaran yang menurut mereka susah yaitu bahasa inggris. Kami juga membagikan hadiah-hadiah yang telah kami siapkan sebelumnya. &lt;br /&gt;Honestly,  aku masih pengen banget ngelanjutin semua aktifitas itu selama beberapa hari kedepan. Pengen ngebuat mereka pinter bhs inggris, memberi motivasi lagi buat mereka, membuat mereka lebih percaya diri, dan banyak lagi lainnya. Tapi waktu yang terbatas akhirnya memisahkan kami.&lt;br /&gt; Setelah semua kegiatan selesai, kami serta guru-guru dan juga kang usep melakukan evaluasi. Dimana kita mengungkapkan kesan dan pesan kita. Setelah itu kami membereskan barang-barang kita dan kembali ke rumah kepala sekolah yang telah mempersiapkan makanan lezat for our lunch. Kami makan apa adanya dengan telur dan beberapa lauk lainnya, walaupun apa adanya  semua makanan itu yuuummy  banget. Apalagi telur dadarnya yang punya ciri khas tersendiri buat aku ataupun ikan mujairnya yang super duper delicious .&lt;br /&gt; Kami pun kembali ketasik sekitar pukul 2 siang, dan memutuskan untuk kembali ke bandung pada malam harinya naik bis yang dijadwalkan berangkat pukul 7 malam dari tasik. Kami sampai ditasik sekitar jam setengah 7 kami mampir dulu sebentar ke rumah uwa nya adry untuk mengambil barang dengan terburu-buru. Dan ketika sampai tepat jam 7 di tempat bis, taunya, bis nya nggak ada dooong, dan kata petugasnya datang jam setengah 8.masih belum ada. Akhirnya kita nunggu sampe jam 9 daaan bis jurusan tasik- cimahi itupun belum ada juga! Finally, kita pulang pake bis jurusan tasik-cicaheum. &lt;br /&gt; Didalem bis, Cuma ada kami dan hanya beberapa penumpang lainnya. Akupun tertidur sepanjang perjalanan menuju bandung. Perjalanan ini cukup melelahkan tapi berkesan bangeet, rame, dan seru, juga banyak ngajarin aku a lot of things yang belum aku rasain atau ngalamin sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-2463979424133263060?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/2463979424133263060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=2463979424133263060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/2463979424133263060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/2463979424133263060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2012/01/laporan-azmi.html' title='Laporan Azmi'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-1360257053370392088</id><published>2012-01-05T18:09:00.000-08:00</published><updated>2012-01-07T09:04:43.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lensa Remaja'/><title type='text'>Dicicil Aja Deh Bu!</title><content type='html'>Sejak pertengahan tahun 2011, saya mendampingi sebuah grup remaja untuk melakukan berbagai aktivitas sosial. Di kelompok ini pada awalnya bergabung 4 anak dari usia 12 s.d. 18 tahun. Menjelang akhir tahun 2011, anggotanya bertambah menjadi 9 orang.  Mereka berhimpun membentuk wadah untuk mengekspresikan diri dan menajamkan kepekaan sosial.  Jadilah saya menemani mereka menyusun rencana kegiatan, evaluasi, dan berbagai aktivitas lainnya.  Anak-anak Lensa Remaja sangat aktif, imajinatif, dan kritis. Perlu berbagai trik untuk mengimbangi mereka dalam proses pendampingan, terutama ketika harus mengomunikasikan hal-hal strategis atau prinsip-prinsip penting tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pengalaman, salah seorang anak laki-laki di Lensa Remaja, enggan sholat. Alasan yang kerap dipakai adalah celana panjangnya kotor karena sudah berhari-hari belum dicuci. Dalam satu perbincangan, di bergumam:"Coba sholatnya bisa dirangkum kayak pelajaran di sekolah, jadi aku gak usah shalat 5 kali sehari". Saya geli mendengar idenya itu. Saya usul:&lt;br /&gt;"Boleh, mau dirangkum untuk berapa bulan?"&lt;br /&gt;Dia menjawab: "kalau 3 bulan boleh?". Saya bilang boleh saja. Dia tampak berseri. Kami kemudian merundingkan cara "merangkum" sholatnya yaitu 17 (jumlah rakaat sholat dalam sehari) x 90 (jumlah hari dalam 3 bulan) = 1.530 rakaat. Artinya, saat "merangkum" sholat dia akan melakukan sholat sebanyak 1.530 rakaat, maka dia akan terbebas sholat selama 3 bulan. Dia tidak bicara apa-apa, tetapi sangat jelas terlihat wajahnya berseri. Tampaknya dia tidak menyadari jumlah rakaat yang harus dia kerjakan. Saya katakan:"kamu coba lakukan hal itu, saya akan mencari dalilnya". Dia tambah berseri. Saya yakin sesuatu tengah terjadi dalam dirinya. Setelah itu kami tidak membahas masalah itu lagi. Dia terlihat masih sholat dengan keengganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, saya menemani anak-anak Lensa Remaja melakukan evaluasi dan refleksi atas kegiatan terakhir mereka di Cieceng, Kabupaten Tasikmalaya. Di sana mereka melakukan kegiatan sharing dengan teman sebaya. Kali ini fokus kegiatan mereka adalah Try Out untuk anak-anak kelas 6 SD, kelas 3 SMP, dan kelas 3 SMK. Berbagai cerita seru saya dengar mulai dari kendaraan ajaib yang mereka naiki untuk sampai ke lokasi sampai kutukan gigitan serangga yang menjadi oleh-oleh kegiatan pada sebagian tubuh anak perempuan. Di tengah, hiruk pikuk cerita, anak yang mau merangkum sholat, tiba-tiba berseru:&lt;br /&gt;" Bu Diana, saya sudah coba merangkum sholat. Sungguh gak sanggup deh... Gempor... gak kuat. Saya cicil aja deh 5 kali sehari, daripada gempor.."&lt;br /&gt;Kontan saya tertawa. Anak-anak yang lain agak terbengong-bengong. Setelah dijelaskan duduk perkaranya, semua tertawa. Saya merasa lega. Sederet doa terpanjat agar mereka bisa tetap melakukan aktivitas dengan cara mereka tetapi tetap berada dalam koridor iman. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-1360257053370392088?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/1360257053370392088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=1360257053370392088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/1360257053370392088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/1360257053370392088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2012/01/dicicil-aja-deh-bu.html' title='Dicicil Aja Deh Bu!'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-2381658473603788293</id><published>2012-01-03T08:09:00.000-08:00</published><updated>2012-01-03T08:39:27.948-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lensa Remaja'/><title type='text'>Menjadi Pendamping Remaja</title><content type='html'>Memasuki pertengahan tahun 2011, saya menjadi pendamping bagi sekelompok remaja yang berhimpun di dalam wadah Lensa Remaja. Wadah ini menjadi ajang dan cara bagi remaja untuk melihat dunia dan berbuat bagi sesama. Pada awalnya, grup ini dibentuk oleh 4 orang remaja: Adry, Azmi, Vikri, dan Zahrah. Dalam perjalanannya, kemudian bertambah menjadi 10 orang dengan bergabungnya Alfi, Faika, Irsal, Naufal, Rifki, dan Risya. Kecuali Risya, anggota Lensa Remaja adalah Alumni SD Hikmah Teladan. Jenjang umur anggota Lensa Remaja mulai dari 12 tahun hingga 18 tahun, dengan pendidikan mulai dari kleas 6 SD (Naufal), SMP (Azmi dan Rifki), SMA (Adry, Alfi, Faika, Risya, dan Zahra), dan perguruan tinggi (Irsal dan Vikry).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlalu mudah ternyata mendampingi remaja, karena mereka berada dalam fase perkembangan psikologi yang cukup rumit bagi saya.Selain itu, saya lebih terbiasa mendampingi orang dewasa dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pendampingan pertamakali dilakukan dengan menemani mereka melakukan kegiatan sharing dengan teman sebaya di Cipatujah. Catatan tentang hal ini bisa dilihat pada tulisan terkait Cipatujah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung tahun 2011, Lensa Remaja, kelompok remaja di Cimahi yang saya dampingi mengadakan kegiatan liburan yang berbeda. Mereka melakukan kegiatan bersama teman-teman sebayanya di Desa Ci Eceng, Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini saya tidak ikut ke sana, tetapi mencoba menemani mereka melakukan persiapan mulai dari perencanaan kegiatan dan rehersalnya di Rumah Belajar Sahaja. Pada kegiatan kali ini, si bungsu Naufal juga ikut. Saya agak deg degan melepas Naufal dalam perjalanan mandiri. Alhamdulillah tidak ada masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak Lensa Remaja, mulai membuat laporan kegiatan di Ci Eceng, bisa dilihat di link yang ada di web ini. Bisa dilihat sendiri bagaimana mereka bebas mengekspresikan pengalaman di Ci Eceng.Kebebasan ekspresi menjadi bagian dari prinsip pendampingan bagi grup Lensa Remaja. Saya mencoba menerapkan prinsip-prinsip partisipatoris, akuntabilitas, dan transparansi bagi grup ini. Saya menempatkan laporna sebagai bagian dari ekspresi mereka atas pengalaman yang mereka dapatkan dalam setiap kegiatan. Mereka boleh membuat laporan dalam bentuk narasi, novel, puisi, bahkan gambar. Kami menyepakati ekspresi/laporan itu paling tidak memuat tiga hal, yaitu:informasi tentang kegiatan yang dilakukan, kesan-kesan yang diperoleh dari kegiatan tersebut, dan catatan pembelajaran penting dari kegiatan yang dilakukan bagi dirinya dan langkah ke depan. Bagian terakhir menjadi agak serius, karena justru itu yang penting digali agar setiap pengalaman dapat menjadi bahan pembelajaran untuk menjadikan diri kita lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 5 Januari 2012 mendatang, anak-anak Lensa Remaja akan melakukan refleksi dan evaluasi kegiatan Ci Eceng. Saya sudah tidak sabar mendengarkan temuan-temuan menarik yang mereka dapatkan di sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-2381658473603788293?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/2381658473603788293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=2381658473603788293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/2381658473603788293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/2381658473603788293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2012/01/menjadi-pendamping-remaja.html' title='Menjadi Pendamping Remaja'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-1224248029731648881</id><published>2011-08-03T06:45:00.000-07:00</published><updated>2011-08-13T10:56:26.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liburan'/><title type='text'>Backpaking N Sharing di Cipatujah: Bertemu Anak-anak Yang Luar Biasa (Part-2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rYG1Mcfox1A/Tkaq8ykK54I/AAAAAAAAAEM/eENl13eyQKQ/s1600/DSC_0405-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rYG1Mcfox1A/Tkaq8ykK54I/AAAAAAAAAEM/eENl13eyQKQ/s200/DSC_0405-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640383544670480258" /&gt;&lt;/a&gt; Kegiatan bersama anak-anak di Puncak Jaya diawali dengan proses identifikasi kebutuhan tema-tema yang ingin dipelajari anak-anak. Hasilnya sangat mengejutkan.  Anak-anak yang bermata cemerlang ini ingin belajar lebih jauh tentang organisasi, cara belajar yang baik, gambaran pendidikan di Bandung itu seperti apa, bagaimana menguatkan motivasi, terutama motivasi untuk tetap bertahan melanjutkan sekolah, kepemimpinan, solidaritas, dan kenegaraan. Tema-tema itu mencerminkan betapa dekatnya mereka dengan aktivitas gerakan sosial. Hal ini dapat dimengerti karena mereka juga adlaah bagian dari anggota gerakan Serikat petani Pasundan. Organisasi petani yang sudah lama berjuang untuk mempertahankan hak-hak mereka atas tanah tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dari Bandung (sekarang sudah menjadi grup Lensa Remaja) mendapatkan kontras kenyataan yang pertama. Bagaimanapun topic-topik yang diidentifikasi anak-anak Pucak Jaya relative jauh dari keseharian Zahra dan kawan-kawannya.  Disepakati malam itu kami bersama-sama akan belajar tentang motivasi, pendiidkna di Bandung, dan organisasi. Seperti sudah dirancang sebelumnya, Azmi mendapat kesempatan pertama untuk sharing tentang cara belajar dan model pendidikan yang didapatkannya di Bandung. Azmi sempat berbagi tentang teknik belajar menggunakan jembatan keledai, yaitu menghafal sumusan tertentu dari satu materi pelajaran dengan cara menguntainya menjadi kalimat yang menarik, bahkan kadang lucu. Sayang saya tidak bisa mengingat dengan jelas bentuk kalimatnya (maklum dah lewat masa-masa seperti itu..ha..ha..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-kJU5thLqHus/Tkas0YaREvI/AAAAAAAAAEU/q09DSTW1YSY/s1600/DSC_0422.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-kJU5thLqHus/Tkas0YaREvI/AAAAAAAAAEU/q09DSTW1YSY/s200/DSC_0422.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640385599233921778" /&gt;&lt;/a&gt; Anak-anak cepat beradaptasi. Ketegangan  yang sempat muncul sebelum acara dimulai perlahan luntur. Tetapi anak-anak bleum bisa langsung berbaur dengan teman sebayanya. Ada gesture yang masih kurang saya pahami untuk membuat mereka lebih “melted” dengan situasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha membangun dinamika kelompok yang dapat mendorong mereka lebih cair dan berbaur lebih alamian dengan teman sebayanya. Beberapa games diberikan sekaligus menjaid pengantar untuk tema-tema solidaritas, motivasi, dan organisasi. Anak-anak bermain dalam grup yang berbeda dan beraktivitas bersama dalam keriangan. Malam itu, diakhiri dengan senyum dan suasana yang lebih cair. Zahra menutup malam itu dengan perenungan betapa jauh kondisi dan alam pikiran teman-temannya. Gumaman komentarnya masih terngiang,  “ Gak nyangka ya.. kita mah sibuk dengan berbagai keinginan yang sebenarnya gak penting, eh mereka (anak-anak Puncak Jaya) justru harus berhadapan dengan masalah yang besar. Aku jadi malu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diam-diam berharap pernyataan itu adalah refleksi dari pengalaman hari ini yang akan memberikan nilai tertentu pada kepribadiannya.  Malam itu saya tidur lelap diiringi sayup debur ombak jauh di kaki bukit dan kesejukan angin yang menelisik dari celah-celah dinding dan lantai rumah penduduk Puncak Jaya. Saya merasa tengah berenang dalam lautan cinta yang diberikan Allah hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9 Juli 2010, Kegiatan Hari Kedua di Puncak Jaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya dibangunkan dengan rasa kaget karena ada yang meniup-niup punggung cukup keras. Sempat terpikir betapa kurang ajarnya orang yang melakukan perbuatan itu Sangat tidak sopan. Tetapi ketika mata terbuka, ternyata yang meniup-niup itu adalah angin subuh yang masuk dengan kencang dari sela-sela lantai papan tempat kami tidur. Syukurlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua ini saya mengubah metode. Kalau semalam anak-anak Bandung yang lebih banyak aktif, maka pagi ini adlah kesempatan bagi anak-anak Puncak Jaya untuk ambil peran lebih banyak. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-X_C_IuHq8JM/Tkat0k_VFII/AAAAAAAAAEc/lm8GqPturRo/s1600/DSC_0430.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-X_C_IuHq8JM/Tkat0k_VFII/AAAAAAAAAEc/lm8GqPturRo/s200/DSC_0430.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640386702122226818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-WIpQNFKgf0M/Tkat05rrr3I/AAAAAAAAAEk/1yiV2Vh7qPs/s1600/DSC_0432-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WIpQNFKgf0M/Tkat05rrr3I/AAAAAAAAAEk/1yiV2Vh7qPs/s200/DSC_0432-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640386707676966770" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Iu_bKc6dFuw/TkavGZqWmJI/AAAAAAAAAEs/4wfYVrNaKKA/s1600/DSC_0438.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Iu_bKc6dFuw/TkavGZqWmJI/AAAAAAAAAEs/4wfYVrNaKKA/s200/DSC_0438.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640388107830728850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-4GWCWXaKgN0/TkavGQ4na5I/AAAAAAAAAE0/CrR63hlT5fo/s1600/DSC_0461.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-4GWCWXaKgN0/TkavGQ4na5I/AAAAAAAAAE0/CrR63hlT5fo/s200/DSC_0461.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640388105474632594" /&gt;&lt;/a&gt; Maka setengah hari forum diserahkan pada mereka. Kami kemudian larut dalam kegembiraan bermain bersama mereka. Kami bermain di dalam dan di luar ruangan. Tanpa disadari tema-tema yang ingin dipelajari anak-anak tersampaikan dam permainan-permainan ini. Dalam permainan anak-anak bisa lebih berbaur lagi. Kegiatan hari itu ditutup dengan membuat karya bersama sebagai ekspresi atas seluruh moment pertemuan ini. Anak-anak diminta untuk menunagkan gagasan dan kreativitasnya dalam sebuh poster. Inilah hasilnya:  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-YfQ0y_kALEI/Tkav_qQwzHI/AAAAAAAAAE8/C5LVsLetI44/s1600/DSC_0469.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YfQ0y_kALEI/Tkav_qQwzHI/AAAAAAAAAE8/C5LVsLetI44/s200/DSC_0469.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640389091539340402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-gLimVcIRhYA/Tkav_ySLsgI/AAAAAAAAAFE/2Qk475uAch4/s1600/DSC_0498.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 48px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gLimVcIRhYA/Tkav_ySLsgI/AAAAAAAAAFE/2Qk475uAch4/s200/DSC_0498.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640389093692781058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat Tinggal Puncak Jaya.. Sampai Bertemu Lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membuat poster adalah kegiatan terakhir… Selesai sudah kegiatan dua hari ini. Ada yang masih tertinggal karena tugas ini terasa belumlah tuntas… Binar mata kemilau, tawa lepas, dan ekspresi yang bebas justru mengikatku pada mereka. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-83nAt35B51o/TkaxLAEjtkI/AAAAAAAAAFM/gv02UKy5c3U/s1600/DSC_0504.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-83nAt35B51o/TkaxLAEjtkI/AAAAAAAAAFM/gv02UKy5c3U/s200/DSC_0504.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640390385883919938" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-AluBZdXWrcc/TkaxLZhWe-I/AAAAAAAAAFU/JBi7YrCEYyM/s1600/DSC_0564.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-AluBZdXWrcc/TkaxLZhWe-I/AAAAAAAAAFU/JBi7YrCEYyM/s200/DSC_0564.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640390392715574242" /&gt;&lt;/a&gt; Potensi besar ini tersembunyi di balik gunung dan bukit-bukit yang mengitari tempat tinggal mereka. Potensi besar ini masih harus diasah disentuh dan dipertemukan dengan peradaban lain di ujung rimbunan pohon-pohon jati. Tempat yang begitu tersembunyi ini hanya bisa ditempuh dengan kesungguhan dan segala pengorbanan. Bahkan harap saja hanya mungkin dilarung dalam gemuruh ombak jauh di bawah bukit. Ketiadaan ini justru menambatku… dan akan membuatku kembali. Bagaimana mungkin berpaling dari bocah-bocah berbau embun yang penuh harap. Semoga ada pertemuan di satu waktu nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;14.00 Menuju Pameungpeuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-LCRK3mWHKQs/Tka0wyhThoI/AAAAAAAAAFc/xIqb_XjH13o/s1600/DSC_0571.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LCRK3mWHKQs/Tka0wyhThoI/AAAAAAAAAFc/xIqb_XjH13o/s200/DSC_0571.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640394333616309890" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan berikutnya adalah Pantai Pameungpeuk, Garut. Menuruni kembali bukit terja betul-betul satu perjuangan berat. Saya harus menyerahkan “nasib” kepada pak sopir colt bak yang akan membawa kami ke perhentian terakhir, yaitu Pantai Pameungpeuk, Garut.  Di atas colt bak, satu-satunya kendaraan yang bisa membawa kami ke Pantai, kami menelusuri jalanan berliku dna terjal di tengah perkebunan karet yang maha luas. Terguncang di belakang colt bak, terbakar matahari, di jalanan berangin penuh debu menjadi sensasi tersendiri. Saya sangat menikmati setiap jengkal pergerakan. Zahra iseng bertanya:” Mam, berani gak naik colt bak gini di Bandung?”.. Ha..ha..ha… pertanyaan yang sangat menggelitik dan membangunkan aku pada realitas-realitas yang berbatas waktu dan wilayah… spontan saya menjawab “ tidak… karena pasti ditangkap polisi:.. ha..ha..ha… Seperti biasa, Ali tidak pernah kehilangan yang tidak pernah energinya menebar keriangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Wh39b3fN1e8/Tka21Xl7znI/AAAAAAAAAFk/6_Wrp6hlrtw/s1600/DSC_0587-1-3-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 98px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Wh39b3fN1e8/Tka21Xl7znI/AAAAAAAAAFk/6_Wrp6hlrtw/s200/DSC_0587-1-3-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640396611310571122" /&gt;&lt;/a&gt;Ah. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-SM4yhR_rgsc/Tka4bd1ZYQI/AAAAAAAAAFs/Wo2VQRdowg4/s1600/DSC_0598-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SM4yhR_rgsc/Tka4bd1ZYQI/AAAAAAAAAFs/Wo2VQRdowg4/s200/DSC_0598-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640398365332693250" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--Jqy2A7LcdU/Tka4btNQz7I/AAAAAAAAAF0/7UWVSaNujFs/s1600/DSC_0599-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--Jqy2A7LcdU/Tka4btNQz7I/AAAAAAAAAF0/7UWVSaNujFs/s200/DSC_0599-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640398369459326898" /&gt;&lt;/a&gt; Pantai selalu membuatku merasa lebih tenang.. semua gelisah yang membuncah di dada selalu hilang dalam deburan ombak. Selalu… sangat melegakan. Di sinilah kami mengakhiri kegiatan dari seluruh perjalanan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EVALUASI….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menanamkan tradisi refleksi, saya mengajak anak-anak melakukan evaluasi kegiatan sambil nonton film Surat Kecil untuk Tuhan. Tentu saja anak-anak bersemangat. Siapa sih yang gak seneng diajak nonton. Selalu unsur fun masuk dalam setiap kegiatan. Kami melakukan evaluasi sebelum film dimulai. Berelesehan di depan teater lumayan juga. Kesimpulan dari evaluasi:&lt;br /&gt;1. Semua anak mendapatkan pelajaran berharga, terutama berkaitan dengan keadaan masing-masing. Semua merasa berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dan sudah merasa “wasting time” dengan segala keluh kesah.&lt;br /&gt;2. Semua anak sepakat untuk lebih fokus pada apa yang ingin dikejar dalam hidupnya.&lt;br /&gt;3. Semua sepakat untuk benar-benar melatih diri agar bisa berinteraksi lebih baik. Anak-anak minta dibekali berbagai keterampilan untuk berinteraksi. &lt;br /&gt;4. Semua sepakat untuk membangun kelompok yang lebih besar dan ada pertemuan rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak ada lagi yang perlu saya simpulkan selain rasa syukur bahwa anak-anak sudah belajar tentang sesuatu yang sangat penting untuk hidupnya kelak. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-1224248029731648881?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/1224248029731648881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=1224248029731648881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/1224248029731648881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/1224248029731648881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2011/08/backpaking-n-sharing-di-cipatujah.html' title='Backpaking N Sharing di Cipatujah: Bertemu Anak-anak Yang Luar Biasa (Part-2)'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rYG1Mcfox1A/Tkaq8ykK54I/AAAAAAAAAEM/eENl13eyQKQ/s72-c/DSC_0405-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-2130283771375288194</id><published>2011-07-16T16:20:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T22:34:39.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liburan'/><title type='text'>Backpaking  N Sharing di Cipatujah: Bertemu Anak-anak Yang Luar Biasa (Part-1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-g7GZu_ObJ2Q/TiJNPgLUN7I/AAAAAAAAAB0/I9V0ugnfngA/s1600/kaki.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-g7GZu_ObJ2Q/TiJNPgLUN7I/AAAAAAAAAB0/I9V0ugnfngA/s200/kaki.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630147412897314738" /&gt;&lt;/a&gt; Menutup liburan tahun ajaran baru ini, kami melakukan kegiatan yang berbeda dari biasanya. Kami melakukan perjalanan ke pedalaman Tasik-Garut. Perjalanan ini berawal dari tawaran pak Aripin, litbang di SD Hikmah Teladan sekaligus kawan diskusi tentang sistem pendidikan alternatif. Maklum kami sama-sama gelisah dengan sistem pendidikan yang ada di Negara ini. Pak Aripin meminta saya mendampingi anak-anak untuk melakukan kegiatan mengisi liburan dengan cara berbeda, yaitu mengajak anak-anak untuk sharing bersama teman sebayanya di pedalaman tasik-Garut sambil piknik ke pantai. Pa Aripin berharap anak-anaknya dilatih memiliki kepedulian sosial. Ide ini bersambut. Saya juga kerap membawa anak-anak saya dalam pekerjaan saya membantu orang-orang kurang beruntung melakukan perubahan. Hampir tanpa pertimbangan apapun ajakan itu saya terima. Saya sampaikan ide pa Aripin kepada anak saya, Zahra dan Naufal. Zahra tertarik ikut, tetapi Naufal tidak.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Zahra, perjalanan ini akan menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“us time”&lt;/span&gt; waktu bersama bagi saya dan Zahra. Hanya kami berdua, semacam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ladies time”&lt;/span&gt;.  Biasanya momen ini kami isi nonton, beli buku, atau sekedar makan di tempat yang dipilih Zahra. Ini adalah waktu untuk membangun pemahaman yang lebih dalam satu sama lain. Sebagai orang tua, model ini efektif untuk berkomunikasi tentang hal-hal yang cukup sensitive. Selain itu, tantangannya terlalu menarik untuk ditinggalkan.  Buat saya sendiri, secara personal, perjalanan ini menjadi waktu untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“escape”&lt;/span&gt; dari rutinitas dan beban yang belakangan makin menghimpit. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;I need some fresh air to breath, space for reflection, distance to understand and new energy to recharge.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Zahra, Adry, Azmi, dan Vikri berkumpul untuk mulai diskusikan rencana kegiatan. Mereka sepakat untuk mengajak temannya yang lain agar lebih rame. Kegiatan pertama adalah diskusi dengan Ibu Ninuk seputar masalah-masalah yang dihadapi remaja. Ada tiga anak yang ikut bergabung, yaitu Widi, Puput, dan Tika. Diskusi ini menjadi pengantar pada pengenalan diri anak-anak. Pertemuan kedua, mendiskusikan rencana kegiatan sharing di Tasik. Ternyata Widi, Puput, dan Tika tidak terlalu tertarik dengan kegiatan ini. Akhirnya hanya berempat yang meneruskan diskusi perencanaan perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak sempat bingung karena belum ada informasi yang utuh tentang kebutuhan anak-anak di sana. Saya juga blank, yang bisa saya lakukan adalah mendorong anak-anak  untuk  mencari alternative kegiatan dan memastikan kegiatan yang dipilih bisa dikelola. Anak-anak memilih tema sharing tentang makna pendidikan bagi mereka, persiapan UN, dan cita-cita. Masing-masing berbagi tugas dan peran. Persiapan dianggap beres. Tinggal berangkat.  Informasi yang minim dalam banyak hal termasuk soal teknis pemberangkatan mendorong saya untuk mengajak anak-anak berada dalam mental backpacking alias travelling ala ransel.  Inisiatif ini pas, karena ternyata kami memang harus backpacking. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Journey….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;7 Juli 2011, 16.00&lt;br /&gt;Perjalanan dimulai. Setelah berputar-putar di Cimahi Mall cari souvenir untuk anak-anak di lokasi kegiatan, kami naik bis Budiman jurusan Tasik. Perjalanan ke Tasik ditempuh sekitar 3-4 jam. Rencana akan ribut di bis tidak terjadi, kelihatannya anak-anak masih saling menyesuaikan diri. Tepat pukul 21.00 kami tiba di terminal Tasik. Adik Pak Aripin kemudian menjemput kami. Di Tasik, kami menginap di rumah mertuanya Pak Aripin. Perjalanan malam itu diakhiri dengan diskusi  bersama Kang Usep dan Kang Alex tentang situasi di lokasi dan gambaran umum anak-anak yang akan terlibat dalam kegiatan besok.  Akang-akang inilah yang menjadi pendamping warga di lokasi kegiatan. Catatan diskusinya, pertama, dari sisi lokasi, kami dipastikan akan berkunjung ke sebuah tempat di Cipatujah. Desa yang akan kami kunjungi merupakan wilayah yang relative baru berkembang. Tempat ini menjadi bagian dari wilayah dampingan Serikat Petani Pasundan. Artinya, bisa dipastikan mereka berada di wilayah konflik atau bekas konflik. Di desa tersebut tengah dibangun sekolah, karena sekolah terdekat yang difasilitasi pemerintah letaknya sekitar 10-20 km dari Desa. Bisa dibayangkan anak-anak harus menempuh jarak begitu jauh setiap hari untuk sekolah. Perintisan sekolah menjadi alternative yang tepat bagi mereka untuk mendekatkan akses anak-anak pada pelayanan pendidikan. Lokasi desa berada di puncak bukit. Jalan menuju ke sana tentu tidak beraspal dan lumayan curam. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Matak jantungan&lt;/span&gt; bu…”  begitu komentar Kang Usep. Jalan itu hanya bisa dilalui motor dan colt bak terbuka! Saya mulai agak worry sekaligus penasaran. Kami akan menginap di rumah warga. Ini tentunya akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak. Terutama bagi Zahra yang sangat jarang menginap di tempat lain. Anak-anak akan mendapat pengalaman langsung berada di desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kegiatan bersama anak-anak akan diikuti pula oleh anak-anak dari  SMP Darul Hikmah yang sudah dirintis terlebih dahulu oleh para guru SD Hikmah Teladan di bawah komando pak Aripin. Menurut analisis Kang Usep dan Kang Alex, anak-anak di lokasi tengah berada dalam dinamika social yang cukup membuat mereka bingung. Belakangan mereka kehilangan motivasi dan kreatifitas karena dukungan social bagi mereka melemah.  Mereka butuh dukungan untuk membangkitkan kembali semangat dan kreativitasnya. Jelas ini kebutuhan yang kompleks yang tidak bisa dipenuhi dengan kegiatan sederhana yang direncanakan secara sepihak oleh saya dan anak-anak di Bandung. Harus ada revisi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebutuhan revisi kegiatan saya sampaikan pada anak-anak. Zahra, Adry, Azmi, dan Vikri mulai merasa sedikit nervous, terutama setelah saya pancing mereka dengan pertanyaan, “ apa yang kalian share jika teman-teman di lokasi nanti bertanya tentang pola belajar kalian?”&lt;br /&gt;Sontak semua tersentak karena ternyata sama-sama merasa tidak punya pola khusus. Bahkan nyaris ga pernah belajar secara khusus. Terlihat ada garis kecemasan pada anak-anak.&lt;br /&gt;“Kita jawab apa ya… kan gak pernah belajar…!” &lt;br /&gt;“Satu hal, jangan bohong dan jangan mematahkan semangat ya”, saya ingatkan kepada anak-anak. Semoga kegelisahan yang dirasakan anak-anak menjadi pelajaran pertama bagi mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya tidur dalam gelisah karena telah melakukan  kesalahan   besar dengan membuat rencana kegiatan tanpa mempelajari dahulu kondisi dan kebutuhan klien, dalam hal ini anak-anak di lokasi pertemuan. Saya khawatir apa yang kami rencanakan bukan hanya tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka tetapi juga tidak tepat!  Tentunya hal ini tidak boleh terjadi.  Beberapa ide yang kemudian muncul bisa sedikit menenangkan. Saya tertidur dengan mimpi agak absurd. Mungkin benar juga komentar sahabat saya untuk tidak terlalu serius terhadap banyak hal… he..he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8 Juli 2011 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terbangun pagi di tempat yang belum sepenuhnya dikenali memunculkan sensasi aneh. Tapi hanya sesaat. Kehangatan tuan rumah mengusir kejenggahan. Kang Usep dan Kang Alex sudah datang. Saya ditawari pak Aripin ikut dengan Kang Usep dan Kang Alex supaya bisa ngobrol lebih banyak. Eh anak-anak juga ikut. Akhirnya kami berangkat ke lokasi menggunakan mobil Kang Usep yang istimewa, Azmi menyebutnya Alphard tong tong.  Tujuan kami adalah Taraju. Di mana lokasinya, entahlah. Saya pasrah ketika kami harus melewati jalan berkelok dengan tanjakan yang lumayan. Beberapa kali saya merasa ada yang aneh dengan mobil ini, tapi saya tekan perasaan itu. Kang Usep teman perjalanan yang seruu, selalu berupaya menciptakan keceriaan bagi anak-anak. Sayang usaha Kang Usep tidak berhasil. Anak-anak membisu di sepanjang perjalanan.  Saya menduga mereka tegang membayangkan situasi nanti. Jalan berkelok dengan tikungan tajam juga memberi kontribusi besar pada kebisuan mereka. Beberapa kali dicoba main tebak-tebakan untuk mencairkan suasana, tapi tidak terlalu berhasil. Saya menyerah membiarkan anak-anak dalam kebisuan masing-masing. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-eepk-eh9xY4/TiJPdqbqe9I/AAAAAAAAAB8/nGZbcf74SoY/s1600/DSC_0210.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-eepk-eh9xY4/TiJPdqbqe9I/AAAAAAAAAB8/nGZbcf74SoY/s200/DSC_0210.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630149855191661522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Tasik-Taraju memakan waktu  sekitar empat jam. Informasi awal rutenya bisa ditempuh dalam dua jam saja. Hmmm….mungkin dua jam itu ditempuh dengan kendaraan lain atau dua jam versi perjalanan ini harus dikali 2..he..he.. Tepat menjelang Dzuhur kami tiba di pantai Taraju. Pantai yang indah, masih belum terjamah sistem pariwisata yang kerap membuat alam tercerabut dari kondisi alamiahnya.  Pantai memberikan energi baru bagi anak-anak juga kita semua.  Setelah memarkirkan Alphard Tong-tong, kami berhamburan ke pinggir pantai.  Belakangan saya baru tahu kalau mobil hebat ini memang bermasalah, remnya nyaris blong!   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pantai, snak-anak kembali ceria. Kamera dipenuhi berbagai gaya mareka. Narsis abis seperti biasanya ha..ha…ha…. Ini ekspresi yang paling saya suka:       &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Koet_ZcmUU8/TiIXmzH0ypI/AAAAAAAAABk/ZC3jTC1SDxQ/s1600/DSC_0262.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 177px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Koet_ZcmUU8/TiIXmzH0ypI/AAAAAAAAABk/ZC3jTC1SDxQ/s200/DSC_0262.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630088439492037266" /&gt;&lt;/a&gt;             &lt;br /&gt;Pantai selalu mempunyai makna khusus buatku, pantai memberikan energy pembersihan. Ombak yang datang dengan kekuatannya akan membawa apapun yang singgah di tepi pantai untuk dibawa pada pusaran inti energi jauh di bawah laut. Di pantai Cipatujah ini, aku larungkan segala gelisah.  &lt;a onblur="try parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-koXyjWQURtU/TiJQnVDSQUI/AAAAAAAAACE/vyqzBtOMOGE/s1600/DSC_0255.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-koXyjWQURtU/TiJQnVDSQUI/AAAAAAAAACE/vyqzBtOMOGE/s200/DSC_0255.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630151120762585410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, semoga benarlah adanya perjalanan ini akan menjadi pendakian spiritual  seperti yang d isms-kan seorang sahabat lama di Tasik.  Semoga pendakian ini akan  berakhir pada kemurnian penyerahan diri hanya pada Allah. Panti, pasir, ombak, menjadi terlalu besar untuk resah yang ternyata tidak terlalu penting dipelihara. Dan pastinya Allah lebih besar lagi dari beban yang sejenak hadir pada hari-hariku belakangan ini. Perasaan lega diam-diam menyelinap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-j_-0WnQ-VRk/TiJgzn19BAI/AAAAAAAAACs/vmUGHnFORxg/s1600/tim-1.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-j_-0WnQ-VRk/TiJgzn19BAI/AAAAAAAAACs/vmUGHnFORxg/s320/tim-1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630168924151415810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Inilah Tim inti yang Jibaku Backpaking ke Desa Puncak Jaya di Cipatujah-Tasik.....&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Next Trip on 13. 00, Pantai  Cipatujah-Desa Puncak Jaya: Menuju Negeri di Atas Awan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai shalat Jum’at kami menuju Desa Puncak Jaya. Dari namanya kita bisa menduga posisinya memang ada di puncak bukit. Perjalanan menuju desa perlu perjuangan tersendiri. Kami naik colt back, satu-satunya angkutan yang bisa mencapai desa itu selain motor. Sangat-sangat dibutuhkan keterampilan khusus untuk menyusuri jalan menuju Desa Puncak Jaya.  Jalur yang sempit, tanjakan hampir mencapai 45 derajat (mungkin ini perkiraan yang lebay saking curamnya..he..he…), belokan curam, jalan bergelombang, bahkan batu-batu penahan jalan kerap lepas, menambah tegang perjalanan.Lihat deh medannya di foto ini &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" ref="http://3.bp.blogspot.com/-H6jxBclbaNg/TiJat17jKCI/AAAAAAAAACc/UlN62OKS_RA/s1600/DSC_0304.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-H6jxBclbaNg/TiJat17jKCI/AAAAAAAAACc/UlN62OKS_RA/s200/DSC_0304.jpg" Cerita Kang Usep tentang mobil yang terbali menambah seram perjalanan ke desa. Asli kita mendaki meninggalkan laut nun jauh di bawah sana...  border="0"t=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630162227784001570" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MvK_ozLiNko/TiJc0oSyKaI/AAAAAAAAACk/S6xot23PB_Q/s1600/DSC_0309-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MvK_ozLiNko/TiJc0oSyKaI/AAAAAAAAACk/S6xot23PB_Q/s200/DSC_0309-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630164543405697442" /&gt;&lt;/a&gt;  Saya betul-betul mengerahkan semua doa yang bisa diingat… herannya anak-anak justru semangat. Saya betul-betul panik ketika mobil berjalan tersendat dan sempat sedikit mundur di tanjakan. Pak sopir harus dipandu. Seseorang turun untuk memastikan ban tidak slip. Rasa lega tak terkira ketika mobil bisa berjalan kembali. Kecemasan menadaki jalan, berlalu dan kami mendapatkan hadiah yang luar biasa berupa pemandangan yang sangat indah.  Laut seolah menjadi back drop raksasa yang melatari perjalanan kami ke puncak bukit. as colt bak yang kami tumpangi. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-WgPFHo08KBQ/TiJUEuNk4pI/AAAAAAAAACM/brysmzSsI2M/s1600/DSC_0314-1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WgPFHo08KBQ/TiJUEuNk4pI/AAAAAAAAACM/brysmzSsI2M/s200/DSC_0314-1.JPG" border="0" t=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630154924267725458" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-l-qeWWIXBj8/TiJWL9Xz5BI/AAAAAAAAACU/qAsU-ND7WGQ/s1600/DSC_0315.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-l-qeWWIXBj8/TiJWL9Xz5BI/AAAAAAAAACU/qAsU-ND7WGQ/s200/DSC_0315.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630157247619523602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berakhir di depan sebuah rumah panggung di tengah halaman yang cukup luas. Pohon rambutan yang bernas berbuah menjadi hiasan menarik di antara tanah kering di sekitarnya. Rumah ini menjadi tempat istirahat yang pas setelah menempuh perjalanan yang menyeramkan. Warga di Desa Puncak Jaya sudah menunggu kami dan mempersiapkan kebutuhan kami, terutama konsumsi …... . &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-XtVdM94CAqU/TiJl3VswO-I/AAAAAAAAAC0/GZx2U1ZC9Cg/s1600/Ali.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XtVdM94CAqU/TiJl3VswO-I/AAAAAAAAAC0/GZx2U1ZC9Cg/s400/Ali.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630174485558606818" /&gt;&lt;/a&gt; Pa Aripin, Bu Hani dan Ali  datang menyusul dan membawa berita terjatuh di tanjakan bawah.  Motornya tidak bisa naik. Alhamdulillah tidak ada yang terluka.  Ibu Hani salah satu jarinya bengkak, tetapi bisa di atasi.  Yang ajaib, Ali, dia datang membawa keriangan tersendiri. Perjalanan yang rumit dan berbahaya ini sepertinya  dianggap permainan saja. Hebaaat. Segera saja Ali menjadi pavorit boy buat Zahra dan saya tentunya…He is the real energizer! Here is Ali with the adorable smile...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;15.00-18.00, &lt;br /&gt;Kegiatan Pertama: Identifikasi Kebutuhan Dan Dinamika Kelompok&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Anak-anak yang akan ikut kegiatan sharing menyusul tak lama setelah kami tiba. Adry, Azmi, Vikri dan Zahra masih merasa canggung dan nervous. Azmi yang agak gugup sempat menawar untuk tidak bicara pertama. Ha..ha..ha..tentu saja tidak ada yang mau bertukar tempat dengan Azmi. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-K15b28Yui2A/TiJoqKZDMLI/AAAAAAAAAC8/PXnLoF3Z2sg/s1600/DSC_0366-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-K15b28Yui2A/TiJoqKZDMLI/AAAAAAAAAC8/PXnLoF3Z2sg/s200/DSC_0366-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630177557719756978" /&gt;&lt;/a&gt;    Kami brifing sekalli lagi dengan Kang Usep untuk memastikan tahapan kegiatan yang akan dilakukan juga untuk menyemangati Azmi. Intinya, kami akan mencoba mengidentifikasi kebutuhan topik yang akan didiskusikan, membangun dinamika kelompok, dan ekspresi bersama sebagai kesimpulan kegiatan. Semua akan dilakukan sambil bermain disela diskusi di antara anak-anak sendiri. Kang Usep sepakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sekitar 30 anak laki-laki dan perempuan yang terlibat dalam kegiatan ini. Rentang usia mereka cukup lebar antara 12 tahun sampai 18 tahun. Mulai dari anak-anak yang baru lulus SD hingga yang sudah lulus SMA. Ini menjadi tantangan tersendiri karena rentang perbedaan umur yang cukup lebar mempengaruhi dinamika kegitan. Saya mengambil keputusan untuk menggabungkan saja dulu semua anak, paling tidak di tahap perkenalan, kontrak belajar, dan identifikasi topik yang ingin didiskusikan. Kegiatan berikutnya merupakan eksplorasi pengalaman yang sangat luar biasa.... tapi nanti yaa....(bersambung )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-2130283771375288194?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/2130283771375288194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=2130283771375288194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/2130283771375288194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/2130283771375288194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2011/07/backpaking-n-sharing-di-cipatujah.html' title='Backpaking  N Sharing di Cipatujah: Bertemu Anak-anak Yang Luar Biasa (Part-1)'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-g7GZu_ObJ2Q/TiJNPgLUN7I/AAAAAAAAAB0/I9V0ugnfngA/s72-c/kaki.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-5999639813493591549</id><published>2011-02-21T01:03:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T01:19:32.524-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Selamat Jalan Bapak (Catatan Kenangan untuk Ayah Mertuaku)</title><content type='html'>Sosok ini aku kenal baru sekitar 16 tahun yang lalu ketika aku menyatakan bersedia membangun komitmen seumur hidup dengan seorang laki-laki yang kini menjadi suamiku, ayah dari anak-anakku.  Laki-laki ini adalah ayah dari suamiku. Seorang lelaki tegar dan sederhana. Garis wajahnya mengguratkan kerasnya perjuangan dalam perjalanan hidupnya mengantarkan anak-anaknya dalam pencapaian maksimal sesuia kapasitasnya masing-masing. Lelaki ini begitu percaya bila pendidikan adalah modal nomor satu yang akan membekali anak-anak dan generasi muda dapat survive dalam hidupnya. Poerwo Widodo, atau Pak Poer begitu para murid, sahabat, kerabat, tetangga, dan keluarga besar memanggilnya. Eyang kakung, kami menantu dan cucunya memanggil beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Pak Poer, Eyang Kakung kami menghembuskan nafas terakhir pada jam 5 pagi. Lelaki kurus dan tinggi ini "menyerah" setelah berusaha bertahan melawan segala penyakit yang menyerang tubuhnya. Hari ini dalam kepasrahan beliau menghadap Sang Penciptanya. Kedamaian terpancar pada paras wajah yang terbujur kaku. Allohummaghfirlahu warhamhu wa affihi wa fuanhu waj'alil jannata maswahu.. sebaris doa itu yang mampu aku ingat dan aku baca sejak pertama mendengar kabar duka ini. Untuk terakhir kali doa itu aku panjatkan saat kain kafan pembungkus tubuh tirus ini dibuka untuk terakhir kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang baru aku sadari sekarang saat tubuh kurus itu terbujur kaku, betapa selama ini Bapa berusaha mandiri, melakukan semuanya sendiri karena tidak ingin merepotkan kami. Sayang kami  anak-anak dan mantunya sering tidak paham dengan apa yang dilakukan Bapa. ketika bapak melakukan sesuatu sendiri kami sering mengeluhkannya. Padahal sekarang kami baru mengerti semua itu  bapa lakukan karena bapa tidak ingin merepotkan kami.  Namun, kami yang tidak peka menjadi bebal dan sering jadi repot sendiri sehingga akhirnya beliau juga ikut repot. Sekarang baru semuanya dimengerti. Bapa sebenarnya telah mengajarkan inti dari strategi survival, yaitu kemandirian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang tercuri dari jiwaku saat melihat wajah putih membujur kaku. Betul kata ayahku dalam tausiahnya, tidak ada yang bisa kita bawa saat menghadap Sang Khalik selain harta yang disedekahkan, ilmu yang diamalkan, dan anak-anak sholeh yang mendoakan kita. Hatiku tergores..perih.. ketika menyadari tak satupun dari ketiganya bisa kami penuhi. Kami bukan orang kaya, jadi sedekahpun masih terbatas. Kami masih belajar belum bisa tuntas mengamalkan ilmu, dan apakah kami termasuk anak-anak yang sholeh yang bisa menjadi harta berharga bagi orang tua dengan  aliran doa keselamatan bagi mereka? Aku terpuruk di sudut sepi... jauh..jauh sekali dari ketiganya. Sedikit harap hanyalah bahwa kami berusaha.. terus berusaha untuk menjadi harta berharga bagi orang tua. Semoga Allah memberikan kekuatan pada kami untuk mencapainya agar kami bisa mengalirkan doa keselamatan bagi kedua orang tua kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Bapa.. cintamu selalu hadir dalam perjalanan kami. Semoga cinta pula yang Bapa bawa saat menghadap Sang Khalik. Sekalipun kami tidak hadir saat detik terakhir, kami yakin Bapa sudah tahu kami akan datang menjemput cintamu. Maafkan segala kesalahan kami selama ini yang terlalu sibuk dengan pikiran sendiri, yang sering mengabaikanmu, yang lebih banyak menuntutmu untuk ini dan itu tanpa mempertimbangkan kepentinganmu. Kami telah belajar dari kehilangan ini untuk memperbaiki diri dan menjaga ibu dengan lebih baik. Bapa, hari ini dan setiap hari berikutnya dalam doaku ditambah satu pengharapan besar agar kami bisa merawat cinta dalam ketakwaan kepada Allah dan agar kami diberi kemampuan untuk dapat menjadi hartamu yang paling berharga, yaitu menjadi anak yang sholeh yang dapat mengalirkan doa keselamatan bagimu selamanya. Selamat jalan Bapa, cintamu memberikan keikhlasan kepada kami untuk menerima segala tiba, melepasmu dengan rela dan selalu mendoakanmu.Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua sahabat, kerabat, tetangga, dan kenalan bapak, mohon agar memaafkan segala kesalahan dan kehilafan yang pernah beliau lakukan. Semoga segala amal beliau diterima Allah. Kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan bagi beliau kami ucapkan terima kasih. Semoga kebaikan ini mendatangkan pahala bagi kita semua. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 5 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Ayah, Mertua, Eyang Kakung kami tercinta, Bapa Purwo Widodo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-5999639813493591549?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/5999639813493591549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=5999639813493591549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/5999639813493591549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/5999639813493591549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2011/02/selamat-jalan-bapak.html' title='Selamat Jalan Bapak (Catatan Kenangan untuk Ayah Mertuaku)'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-9174058386324299059</id><published>2010-12-24T08:25:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T08:27:21.857-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Naufal'/><title type='text'>Aku Ingin Ibu Nia Seneng</title><content type='html'>by Diana Handayani Suryaatmana on Friday, December 24, 2010 at 11:16pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lalu, sambil tiduran, Naufal bercerita bahwa teman-teman sekelasnya bersedih dan semua menangisi kepergian Manajer Kelas paling asyiiik di kelas 5 Yastrib SD Hikmah teladan, yaitu Ibu Nia. Tepatnya, Bu Nia akan mengabdikan diri di tempat lain dan akan melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Alias, Bu Nia akan menjadi dosen di ITB dan mengambil program studi S3 di sana. Kami para orang tua murid kelas Yastrib sebenarnya merasa sedikit gelisah mendengar kabar ini. Mengingat anak-anak sudah harus bersiap memasuki fase kelas besar yang lebih serius dan materi belajar juga lebih sulit. Menurut Naufal, Bu Nia dalah salah seorang aguru yang asyiik, seru, dan selalu menjawab pertanyaan siapapun di kelas Yastrib. "Pokoknya seru deh ma!" Keseruan bersama Bu Nia akan segera berakhir dengan selesainya masa semester pertama di Kelas 5 Yastrib, SDHT. Anak-anak dan ornag tua murid belum mendapat kabar siapa yang akan menjadi pengganti Bu Nia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Semua orang di kelas pada nangis,  ada yang sampai keceng sekali. Kecuali aku dan ...(Naufal menyebutkan satu nama temannya, tetapi saya lupa)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak kaget mendengar Naufal ko gak ikutan terharu ya... " ko Naufal ga nangis? Emang gak merasa ikut terharu ya melihat temanmu sedih, merasa kehilangan Ibu Nia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naufal hanya menggeleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang Naufal gak sedih ya ditinggal Ibu Nia. Bukannya Ibu Nia guru yang asyiik?" Saya sengaja tanyakan hal ini, karena diam-diam saya agak cemas ko Naufal gak terharu ya akan ditinggalkan oleh guru yang dia sukai. Saya membalikan badan, menatap Naufal yang tengah menerawang seperti membayangkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada temanku yang nangis sampai kenceng... kayak menjerit-jerit gitu" Naufal seperti tidak peduli dengan pertanyaannku. Saya menahan diri untuk tidak bertanya dulu. Saya tatap wajah si bungsu. Matanya tetap menerawang menembus langit-langit kamar seperti tengah membangun imajinasi... perlahan dia meneruskan ceritanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bilang sama yang teriak-teriak itu, eh kamu gak usah menangis gitu. Kamu ingin Bu Nia sedih atau seneng? Temanku bilang dia ingin Bu Nia seneng. Nah kalo kamu ingin Bu Nia seneng ya udah jangan nangis, karena Ibu Nia memang ingin ke ITB dan sekolah lagi. Ibu Nia pergi dari sini karena meneruskan cita-citanya. Kalau Ibu Nia tetap di sini dia akan sedih karena dia gak bisa jadi Dosen dan gak bisa sekolah lagi. Kasian kan nanti dia sedih terus. Sok kamu mau ibu Nia sedih atau senang? Temenku bilang pengen ibu Nia senang. Ya udah jangan nangis, biar ibu Nia bisa ke ITB dan ibu Nia gak sedih lagi. Eh, ternyata dibilangin begitu temenku jadi gak jerit-jerit lagi" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naufal membalikan badannya menghadapku yang tengah terhenyak mendengar ceritanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mau Ibu Nia seneng menjadi dosen di ITB dan sekolah lagi. Aku gak  nangis karena ibu Nia pasti akan seneng di sana. Kalo ibu Nia sedih aku baru nangis. Lagian kalo mau ketemu Ibu Nia, aku susul aja ke ITB ya Ma" lanjutnya dengan tenang dan matanya berbinar terang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terhenyak. Selama ini yang kami pikirkan adalah kepentingan kami, rasa kehilangan kami dan kekhawatiran tidak akan mendapat guru seperti Ibu Nia bukan kepentingan atau kebahagiaan (Naufal menyebutnya seneng) Bu Nia. Saya jadi malu atas prasangka awal atas ketidakpekaan  Naufal yang sempat melintas dalam pikiran saya. Ternyata Naufal lebih peka dan lebih berpihak pada guru yang sangat dia hormati dan dia cintai. Dia lebih mementingkan ibu gurunya daripada dirinya sendiri.Malam itu Naufal tidur tenang karena sudah melepas ibu gurunya yang akan menjemput kebahagiannya dan mewujudkan cita-citanya dan membawa mimpinya bertemu dengan Ibu Nia di ITB. Saya tertidur dalam gelisah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-9174058386324299059?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/9174058386324299059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=9174058386324299059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/9174058386324299059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/9174058386324299059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2010/12/aku-ingin-ibu-nia-seneng.html' title='Aku Ingin Ibu Nia Seneng'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-721939752186608251</id><published>2010-12-24T08:23:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T08:24:55.850-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Renungan Pada hari Ibu</title><content type='html'>by Diana Handayani Suryaatmana on Wednesday, December 22, 2010 at 8:08pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya dikirim tulisan berikut yang ingin saya share dengan semua kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu bertanya " itu burung apa yg berdiri disana ??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu yang warna putih burung apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dgn sedikit kesal anaknya menjawab " ya bangau mama?..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ibunya kembali bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau mama. kan sama saja!..memangnya mama tdk melihat dia terbang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan.."Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali.." Si anak terdiam...dan seketika itu jg ia lgsg memeluk mamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pernah kita menghardiknya ? 'Pernah!':s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*pernahkah kita mengabaikannya ? 'Pernah!'&gt;:/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*pernah kita memikirkan apa yg Dia pikirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tidak!':/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* sebenernya apa yg dia pikirkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Takut':(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-takut tdk bisa melihat kita tersenyum , menangis atau tertawa lg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- takut tdk bisa mengajarkan hal2 yg baik kpd kita lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu karena waktu Dia singkat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mama/papa menutup mata , tdk akan lg ada yg cerewet.:(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita nangis memanggil2 beliau , apa yg beliau balas ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Beliau hanya terdiam':(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bayangannya beliau tetap di samping kita dan berkata : "anakku jgn nangis,mama/papa msh di sini.Mama/papa msh sayang kamu.":(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirim ke teman2mu kalau kamu sayang &amp; menghargai orangtua kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangilah Mereka sblm waktunya habis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-721939752186608251?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/721939752186608251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=721939752186608251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/721939752186608251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/721939752186608251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2010/12/renungan-pada-hari-ibu.html' title='Renungan Pada hari Ibu'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-6815749805395742440</id><published>2010-11-03T10:18:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T11:04:10.261-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Naufal'/><title type='text'>Ulangan Basa Sunda</title><content type='html'>Dua minggu terakhir ini Naufal mengeluh terus soal pelajaran Bahasa Sunda. Bukan soal cara guru mengajar yang dikeluhkan atau banyaknya PR yang harus dikerjakan, tapi kemampuannya menyerap pelajaran yang satu ini "payah" begitu keluhnya. "Salah mama ni... nggak pernah ngajarin Naufal Bahasa Sunda.  Kenapa kita bicaranya Bahasa Indonesia? Naufal gak hafal hafal deh nama-nama dalam bahasa Sunda" sambil bersungut-sungut atau sambil matanya menerawang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak tersentak dan baru menyadari memang gak pernah secara sungguh-sungguh mengajarkan Bahasa Sunda. Kami dari keluarga campuran antara Sunda (saya) dan Jawa Timur (suami). Dulu sebelum menikah kami sepakat untuk menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di rumah dengan asumsi anak-anak akan belajar dengan sendirinya kedua bahasa daerah kami. Tentu saja kami tidak pernah membayangkan akan tinggal di kompleks perumahan yang ternyata penghuninya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Otomatis bahasa pengantar kami dominan Bahasa Indonesia. Di sekolah, Bahasa Sunda juga nyaris hanya digunakan (sebagian) pada pelajaran Basa Sunda karena kebanyakan murid-murid SD Hikmah Teladan (SDHT) bukan orang Sunda. Akhirnya, kesempatan untuk belajar Bahasa Sunda (juga Bahasa jawa) tidak pernah muncul. Anak-anak agak terpisah dari konteks budaya  Bahasa Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, Naufal belajar dengan keras menghafalkan nama-nama anggota tubuh dalam Basa Sunda. Ketika saya coba menggodanya "rajin banget ni anak soleh", Naufal hanya melengos " mamaaaa gak boleh gangu... aduh Naufal gak hafal-hafal ah. Susah amat sih Bahasa Sunda teh". Malam itu Naufal tertidur kelelahan belajar Basa Sunda karena besoknya mau ulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Naufal membawa hasil ulangannya dengan muka cerah dan senyum lebar " Maaaa.... ulangan.... hebaaaatttt..... berhasil..."  Naufal menyerahkan hasil ulangan Basa Sunda. Hmmm lumayan juga nilainya 82. Tidak percuma Naufal belajar keras unutk satu pelajaran ini, tapi begitu melihat lembar ulangan keseluruhan saya gak bisa nahan tawa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNGb-RClWDI/AAAAAAAAAAM/utFoBMkrY8g/s1600/100_8447.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNGb-RClWDI/AAAAAAAAAAM/utFoBMkrY8g/s320/100_8447.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535376911043483698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;A. Sebutkeun Basa Sundana&lt;br /&gt;Tingali tanda panahna, terus sebutkeun Basa Sundana (anak-anak diminta menyebutkan nama-nama bagian anggota tubuh yang diberi tanda panah). Di bawah perintah tersebut Naufal menulis:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bu Rida maaf abdi hilap bagean tubuh naon bae basa sundana jadi abdi aya nu make basa kasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Naufal berhasil menyebutkan 6 anggota tubuh, yaitu : hulu , soca, beuteung, leungeun, pipi, sampean.&lt;br /&gt;Tiga anggota tubuh disebut tidak tepat, yaitu jari (yang benar ramo), talapak sampean dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mulut&lt;/span&gt;. Dan satu bagian tidak diisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian berikutnya ceritanya lain lagi:&lt;br /&gt;B Jieun Kalimah tina lalandian di handap ieu:&lt;br /&gt;Si rewog: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;jelemi anu tuangna loba pisan jeung badanna geude&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Si paser: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;maaf abdi teu apal Bu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cap jahe: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;setau abdi mah cap jahe teh merk kecap lamun teu salah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bodas ceuli : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;maaf abdi teu apal Bu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNGdrIGpBAI/AAAAAAAAAAU/Q3mrzITWf1E/s1600/100_8451.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNGdrIGpBAI/AAAAAAAAAAU/Q3mrzITWf1E/s320/100_8451.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535378781250323458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya tanya kenapa menambahkan "surat" pada kertas ulangannya dengan penuh keyakinan Naufal menjawab "Biar ibu guru mengerti kalo Naufal lupa bahasa halusnya, tapi naufal tahu ko namanya, cuma lupa aja. Ntar kalo belajar lagi pasti inget, tapi nanti kalo sudah hafal banyak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Naufal berbinar terang, seterang harapnya bahwa di hari-hari mendatang sekolahnya tetap akan memberi ruang bagi Naufal untuk menjadi dirinya sendiri karena Bu Guru dan Pak Guru tahu kalau Naufal hanya lupa beberapa hal saja, tidak semuanya. Nanti juga akan ingat semuanya....:-D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-6815749805395742440?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/6815749805395742440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=6815749805395742440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/6815749805395742440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/6815749805395742440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2010/11/ulangan-basa-sunda.html' title='Ulangan Basa Sunda'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNGb-RClWDI/AAAAAAAAAAM/utFoBMkrY8g/s72-c/100_8447.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-7600053758958702109</id><published>2010-07-31T19:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-31T19:37:20.435-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ongoing notes'/><title type='text'>Dua Belahan Jiwaku (ongoing note)</title><content type='html'>Gairahku bermuara pada binar matamu&lt;br /&gt;selalu cemerlang menyambut pagi&lt;br /&gt;karena hidup dalam gemgammu penuh warna pelangi&lt;br /&gt;gempita di penitian tangga waktumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku busur cinta di kelampauan&lt;br /&gt;tempatmu bertolak jelajahi nyanyian semesta&lt;br /&gt;temukan langgam lagumu sendiri&lt;br /&gt;itulah irama pencapaianmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-7600053758958702109?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/7600053758958702109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=7600053758958702109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/7600053758958702109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/7600053758958702109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2010/07/dua-belahan-jiwaku-ongoing-note.html' title='Dua Belahan Jiwaku (ongoing note)'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-7979731072109518437</id><published>2010-07-15T12:57:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T13:18:40.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan tertinggal'/><title type='text'>Sketsa-Sketsa Rinduku</title><content type='html'>Kerinduanku pada-Mu sungguh pedih dan perih... Aku lampus...hangus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa Rindu I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutitip rindu pada tetes hujan jatuh dipangkuanmu&lt;br /&gt;menyublim dalam udaramu&lt;br /&gt;kelu ambangkan hampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutitip cinta di udara yang kau hirup &lt;br /&gt;merambat lemah di tubuhmu&lt;br /&gt;raguku hempaskan tanya:&lt;br /&gt;Sampaikah kita di ujung pencarian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutitip harap pada langit malam&lt;br /&gt;setia dengan gelap abadinya&lt;br /&gt;temukan, temukan aku dalam cinta dan penghidupan&lt;br /&gt;Semoga... &lt;br /&gt;(15-3-2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa Rindu II&lt;br /&gt;Hasrat menderu bersama hujan di hulu sungai&lt;br /&gt;gemuruh ke hilir umur&lt;br /&gt;kikis waktu di bingkai sejarah kita&lt;br /&gt;ragu menceruk kelam di sisa perjalanan&lt;br /&gt;memeta luka pencarian di sekujur mimpi&lt;br /&gt;cinta bertahan pada sepi keabadian zaman&lt;br /&gt;padaku, padamu, pada kita&lt;br /&gt;(18-3-2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa Rindu III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah malam ini angin singgah di jendela waktumu?&lt;br /&gt;Kabarkan kegelisahan daun yang tersapu di perjalanan&lt;br /&gt;Menanti titik hujan bergayut di awan bimbang&lt;br /&gt;Bergegaslah turun ke hamparan harap&lt;br /&gt;di tanah merah ini&lt;br /&gt;Sepotong hati tertinggal pada pengembaraan&lt;br /&gt;sepinya waktu tanpamu&lt;br /&gt;(11-4-2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-7979731072109518437?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/7979731072109518437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=7979731072109518437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/7979731072109518437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/7979731072109518437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2010/07/sketsa-sketsa-rinduku.html' title='Sketsa-Sketsa Rinduku'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-411582265567896439</id><published>2009-05-22T11:54:00.001-07:00</published><updated>2009-05-22T12:09:26.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>BELAJAR DI HIKMAH TELADAN?!  YUUUK…..</title><content type='html'>Catatan Pembuka: Kesempatan Melakukan Refleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan menjadi sebuah keniscayaan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan peradabannya. Namun pendidikan juga menggelisahkan terutama ketika capaiannya hanya diukur melalui angka-angka tertentu tanpa mempertimbangkan faktor lain yang dicapai dalam proses pembelajaran secara  keseluruhan. Kegelisahan ini membuat saya sebagai orang tua harus sangat selektif memilih sekolah tempat anak-anak saya belajar dan meningkatkan kapasitas dirinya agar kelak di kemudian hari mereka mampu menghadapi tantangan zaman dan tentunya selamat dunia akhirat. Kita sebagai orang tua hanya dapat memberikan “bekal” bagi anak-anak kita menempuh hidup di zamannya sendiri. SD Hikmah Teladan menjadi wahana pembekalan bagi kedua anak saya. Anak sulung saya sudah menyelesaikan pendidikannya di SD Hikmah Teladan, sekarang sudah duduk di bangku SMP kelas dua. Dia tumbuh menjadi anak yang  percaya diri dan memiliki kemampuan mengorganisir orang. Anak kedua saya saat ini masih sekolah di SD Hikmah Teladan kelas 3 Marwa. Dia sangat mencintai sekolah, sudah menemukan soulmate,  serta mulai menemukan minat khususnya pada kegiatan menggambar dan dunia robotik. Bersama mereka saya sebagai orang tua juga ikut belajar dari kejutan-kejutan yang datang bersama proses pembelajaran mereka di SD Hikmah Teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan refleksi atas pengalaman saya sebagai orang tua yang menyekolahkan anaknya di SD Hikmah Teladan. Pada awalnya tulisan ini dibuat untuk memenuhi permintaan teman-teman POM Kelas Tiga Marwa  yang mendesak saya membuat tulisan tentang SD Hikmah Teladan dalam rangka kegiatan rutin khas Hikmah Teladan, yaitu Family Day. Namun, dalam proses penulisan tujuannya bergeser menjadi semacam memoar untuk berbagi pengalaman dengan orang tua yang lain.  Mudah-mudahan dapat menjadi masukan bagi kita semua dalam proses mencari hikmah dan menjadi teladan satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oase di Tengah Harap yang Hampir Kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali mengikuti presentasi mengenai sekolah baru yang memiliki visi berbeda saya langsung tertarik. Sekolah baru itu menawarkan proses eksplorasi kemampuan anak pada aspek non-akademis. Ini adalah sebuah tawaran sangat menarik di tengah sistem pendidikan kita yang hanya berfokus pada ukuran akademis. Bagi saya indikator akademis bukanlah ukuran final keberhasilan pendidikan. Angka-angka akademis hanya mencerminkan capaian materialis, mementingkan hasil, dan mendorong orang menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Apa yang ditawarkan sekolah baru ini menjadi sebuah alternatif menjanjikan. Visi berani gagal berani mencoba menjadi landasan proses eksplorasi anak-anak untuk mengenali potensi dirinya. Ini adalah manifestasi dari paradigma proses pendidikan yang berpihak pada anak. Visi tersebut menjadi alasan pertama saya memilih SD Hikmah Teladan sebagai tempat belajar bagi kedua anak saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua adalah filisofi dari nama SD Hikmah Teladan itu sendiri. Makna Hikmah Teladan bagi saya sangat dalam dan mewakili visi pendidikan berpihak pada anak serta menjadi gambaran bagaimana proses belajar akan dibangun di sekolah ini. Saya belum pernah mendiskusikan makna hikmah teladan dengan siapapun, termasuk dengan ayahnya anak-anak. Saya membiarkan pemaknaan ini menjadi harta karun milik saya sendiri hingga tulisan ini dibuat. Ada dua makna penting yang terkandung dalam nama sekolah kita, yaitu Hikmah dan Teladan. Hikmah  berarti pembelajaran yang diperoleh dari proses interaksi kita dengan sesuatu baik yang kita alami sendiri maupun yang dialami orang lain. Hikmah menawarkan satu cara berpikir positif karena berpikir tentang hikmah hanya membuka ruang untuk menemukan pembelajaran dari kejadian atau peristiwa apapun yang kita  ketahui.  Kata hikmah juga bersifat dinamis karena hanya akan diperoleh melalui proses internalisasi dan refleksi diri.  Hikmah adalah hal yang akan kita temukan dan harus kita temukan dalam proses interaksi anak-anak kita dengan orang-orang dewasa, dengan sesama anak-anak, dan dengan proses belajar yang dibangun di sekolah.  Dampaknya, anak-anak, orang tua, dan semua tim di SD Hikmah Teladan akan berproses untuk menemukan makna-makna penting dari setiap proses yang terjadi selama bersekolah dan akhirnya akan berjalan selama hidupnya.  Teladan berarti memberikan contoh yang baik. Artinya, sesuatu tidak hanya diserukan tetapi dihayati dan dipraktikan dalam kehidupan sehingga tercermin dalam ahlak keseharian. Dalam konteks dakwah, teladan merupakan perwujudan dari dakwah bil hal atau dakwah dengan perbuatan. Implikasinya, proses pembelajaran tidak hanya dibagun melalui sistem pengajaran tetapi juga dengan contoh nyata. Dengan demikian, hikmah teladan berarti  pembelajaran yang diperoleh dari setiap kejadian bersekolah menjadi masukan penting bagi semua pihak untuk saling memberikan contoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman atas visi dan makna dari nama sekolah tersebut memperkuat keyakinan saya untuk memilih  SD Hikmah Teladan sebagai tempat anak-anak saya belajar.  Kami kemudian bersama belajar menemukan hikmah dan menjadi teladan bagi setiap anggota keluarga.  Tahun-tahun ketika anak sulung saya belajar di SD Hikmah Teladan merupakan tahun-tahun yang sangat dinamis. Sekolah, orang tua, dan anak-anak sama-sama belajar mengalami dan menerima perubahan dari sisem pembelajaran yang agak keluar dari mainstream saat itu. Perdebatan soal akademis dan non-akademis sangat kental mewarnai setiap pertemuan sekolah dengan orang tua. Harus diakui banyak di antara kami sebenarnya juga tengah bereksperimen untuk berani gagal dan berani mencoba sistem baru. Berani gagal dan berani mencoba keluar dari mainstream penggunaan indikator keberhasilan pendidikan  dalam bentuk angka-angka kuantitatif. Belajar memaknai proses daripada hasil. Belajar mengambil risiko keluar dari kelaziman dan zona kenyamanan. Banyak sekali kejutan yang sangat luar biasa dengan perkembangan anak pertama saya. Sungguh saat itu saya mengalami sendiri pemaknaan hikmah dan teladan serta berani ambil resiko untuk gagal dan untuk mencoba. Saya yakin guru-guru dan semua pihak di sekolah juga mengalami hal yang sama. &lt;br /&gt;Setelah anak sulung saya meneruskan pendidikannya di SMP, giliran anak kedua saya, Naufal, bersekolah di SD Hikmah Teladan.  Bagi Naufal SD Hikmah Teladan adalah tempat pembebasannya dari belenggu pendidikan tradisional yang dialaminya ketika TK. Sekolah bukan hanya menjadi tempat mengeksplorasi diri tetapi juga menjadi rumah kedua baginya.  Berbeda dengan masa di TK, masa di SD ini Naufal sangat suka sekolah, hanya dalam kondisi yang sangat terpaksa saja dia tidak sekolah.  Aktivitasnya di kelas cukup dinamis. Bahkan pada tahun pertama, dia menjadi the most curious student, penghargaan ini benar-benar menjadi indikasi bahwa dia menikmati proses pembelajaran di sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naufal mencintai guru dan mulai percaya bahwa tidak semua guru suka mengancam dan mempermalukan seperti di TK dulu. Naufal juga mencintai teman-temannya. Naufal mempunyai beberapa istilah kategori teman. Istilah pertama adalah teman, yaitu semua anak Hikmah Teladan mulai dari adik kelas dan kakak kelas.  Rekan sekelas, satu jemputan ataupun satu permainan adalah teman.  Dia sangat bangga mempunyai begitu banyak teman.  Istilah kedua adalah sahabat, yaitu mereka yang memiliki kedekatan khusus. Beberapa di antara sahabatnya adalah Dim-dim, Lana, dan Dimas. Pada Dimas, Naufal memiliki kedekatan khusus karena Dimas berbeda “Kadang-kadang Dimas suka nangis,  tapi dia tidak bermaksud begitu. Sebenarnya Dimas pinter banget lho. Kalo baca dia cepet banget. Dimas itu hebat, dalam satu menit bisa membaca 116 kata!” demikian komentarnya untuk Dimas.  Istilah ketiga adalah soulmate, yaitu mereka yang memiliki kedekatan lebih khusus yang ditandai dengan kebersamaan yang lebih intens. Dalam bahasanya Naufal soulmate adalah “  teman yang spesial, kalo jajan bareng, kalo punya makanan dibagi, main bareng, pokoknya terus bareng”.  Bersama soulmate Naufal berbagi apapun, mulai dari makanan, gambar, bahkan perhatian yang lebih. Sekarang ini ada dua orang yang diklaim menjadi soulmate-nya yaitu Maulana dan Faldi. Untuk keduanya Naufal mau berbagai apapun tanpa syarat.   Beberapa sahabat khususnya, tengah menuju proses menjadi soulmate: ”Dim Dim dan Fadil sebentar lagi akan menjadi soulmate-ku” serunya bangga. Teman-teman, apapun posisinya, telah mengikat Naufal pada sekolah ini. &lt;br /&gt;Ada satu benang merah tentang persepsi kedua anak saya terhadap teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya lebih sering melihat sisi positif dari temannya ketimbang sisi negatifnya. Pada kasus tertentu terjadi juga penilaian yang negatif tetapi hal itu hanya terjadi pada kasus yang sangat ekstrim berkaitan dengan perilaku kekerasan. Selebihnya hanya sisi positif yang diingat tentang temannya. Tentunya ini merupakan hasil dari sistem yang dibangun di SD Hikmah Teladan. Cara ini harus terus dipelihara dan dipertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi yang membebaskan, Naufal bisa belajar hal-hal akademis dengan sangat santai dan tanpa beban. Materi-materi belajar dapat dituntaskan sesuai kemampuannya tanpa paksaan. Dia betul-betul menikmati prosesnya. Begitu ringannya Naufal belajar, sampai-sampai dia tidak menyadari waktu-waktu ulangan atau ujian semesteran. Baginya semua waktu sama saja, ulangan atau tidak, ada tes atau tidak semuanya  menyenangkan.  Hasil-hasil ulangan, tidak terlalu menjadi perhatiannya. Angka-angka belum memiliki makna berharga bagi Naufal. Proses dan interaksi dengan guru dan teman-temannya lah yang menjadi aset penting baginya. Saya berharap hal ini akan terus berkembang lebih baik seiring pertambahan umurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perbedaan yang paling menonjol pada masa sekolah anak-anak adalah ikatan di antara orang tua murid. Pada Saat ini, saya merasakan ikatan dengan orang tua murid lebih kuat dibandingkan dulu. Tidak hanya anak-anak, kami juga sekarang ini kompak membangun kerja sama di antara orang tua murid, khususnya kelas Marwa.  Sekarang kami juga menjadi lebih kritis dibandingkan dulu. Saat ini kami tengah melakukan uji coba dan berani ambil resiko untuk mengatasi beberapa masalah yang tidak bisa ditangani dengan baik oleh sekolah. Salah satunya adalah soal catering. Kami berani ambil risiko untuk mengelola catering kelas sendiri, setelah mempertimbangkan keluhan anak-anak atas kualitas dan variasi makanan dari sekolah. Ujicoba ini memang menimbulkan ketidaknyamanan di antara kami sebagai orang tua dan sekolah. Namun, komunikasi dan optimisme terus dibangun sehingga ke depan diharapkan ketidaknyamanan ini akan hilang. Satu hal yang harus dipahami bersama, perubahan memang menimbulkan kegelisahan, terutama ketika di antara kita ada yang tidak siap untuk berubah. Seperti yang diajarkan oleh SD Hikmah Teladan, untuk kasus catering, kami berani mencoba, kami berani menjalani ketidaknyamanan, dan kami berani berubah. Menurut hemat saya, hasil positif sudah dicapai. Sejak mengelola catering secara mandiri tidak pernah lagi ada cerita “aku gak makan di sekolah” atau “makanannya basi” atau “bosen makan” atau ”aku ga suka sayur”.  Bahkan Naufal yang tidak suka ikan asin, dengan serunya bercerita betapa nikmatnya nasi pepes dicampur ikan-ikan yang sangat mungil (maksudnya ikan teri). Sungguh satu perubahan yang sangat positif. Mudah-mudahan kondisi ini terus berjalan dan senantiasa mendapat dukungan dari semua pihak.&lt;br /&gt;Apa yang membuat anak-anak begitu antusias dengan makan siangnya? Yang saya ketahui, bukan dari komposisi menunya yang super mewah karena menu yang disantap anak-anak adalah menu rumahan. Bedanya, anak-anak dilibatkan dalam urusan makan. Pengelola catering selalu bertanya pada anak-anak ”makanan hari ini enak ga?” atau ”besok mau dimasakin apa?” tidak hanya sampai di situ, pengelola catering juga melakukan pemantauan siapa saja yang tidak menghabiskan makananya.  Segera pengelola akan kontak ibunya dan minta bantuan untuk mendapatkan informasi tentang jenis makanan yang disukai anaknya. Pendekatan ini membuat anak-anak merasa diperlakukan sebagai orang penting, kebutuhannya didengar, dapat mengambil keputusan, dan belajar bertanggung jawab atas usulannya dengan menghabiskan makana siangnya. Hasilnya sangat efektif, anak-anak menikmati makan siangnya dengan sukacita. Ini sesungguhnya pembelajaran penting dari uji coba kami keberanian ambil risiko mengelola catering sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan pengalaman ini  menyadarkan saya untuk selalu memegang visi dan prinsip dalam pemaknaan pendidikan di SD Hikmah Teladan, yaitu berani mencoba dan mencari hikmah untuk menjadi teladan. Prosesnya tidak mudah, dapat menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan mungkin salah paham, tetapi itu adalah tahapan alamiah yang mengantarkan kita pada kedewasaan. SD Hikmah Teladan tidak hanya menjadi arena belajar bagi anak-anak kita tetapi juga sesungguhnya menjadi arena belajar bagi kita sendiri sebagai orang tua.  Bahkan menjadi sebuah oase tempat kita menimba ilmu dari Sang Pemilik Kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan Yang Menghadang dan Catatan Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan yang berpihak pada anak sudah menjadi paradigma yang diterima luas oleh kalangan praktisi pendidikan maupun orang tua.  Home schooling misalnya, menjadi salah satu bukti diterimanya paradigm ini dalam proses pendidikan untuk anak-anak. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi sekolah-sekolah yang sejenis dengan SD Himah Teladan.   Peluang yang muncul dari perkembangan paradigma ini di antaranya  pertama, peluang SD Hikmah Teladan untuk melakukan inovasi dan uji coba metode, teknik, dan pendekatan dalam sistem belajar mengajar lebih terbuka. Kebijakan sistem pendidikan saat ini juga relatif lebih responsif terhadap perubahan zaman sehingga hambatan-hambatan teknis dan politis untuk berinovasi dapat diminimalkan. Kedua, perkembangan sosial yang terjadi saat ini menggeser kebutuhan penylenggaraan pendidikan kearah yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman. Sekolah-sekolah alternatif sejenis SD Hikmah Teladan menjadi kebutuhan dasar. Artinya, keberadaan sekolah sejenis SD Hikmah Teladan akan mendapat dukungan yang lebih luas lagi. Potensi SD Hikmah Teladan untuk berkembang menjadi lebih besar.&lt;br /&gt;Namun demikian, tantangan untuk mempertahankan inovasi juga cukup berat.  Seluruh sistem di sekolah harus siap dengan perubahan zaman. Terutama harus siap dengan konsekuensi atas pilihan visi dan prinsip yang dikembangkan di SD Hikmah Teladan sendiri. Paling tidak ada tiga tantangan yang dihadapi Hikmah Teladan sebagai institusi pendidikan alternative. Pertama tantangan yang dihadapi guru sebagai ujung tombak kegiatan di sekolah. Permasalahan guru bukan hanya berkaitan dengan kapasitas dan integrasi dalam penyelenggaraan sistem pendidikan tetapi juga berkaitan dengan aspek kesejahteraan yang sangat krusial.  Berkaitan dengan kapasitas dan integrasi, guru ditantang untuk selalu mengetahui perkembangan terkini di dunia pendidikan. Hal ini mensyaratkan sikap proaktif guru terhadap perkembangan metode, teknik, dan pendekatan dalam sistem pembelajaran yang berpihak pada anak. Akses terhadap informasi,  kemampuan membaca banyak buku, aktif dalam learing and sharing grup, mengembangkan jaringan merupakan aktivitas yang harus dilakukan guru untuk memelihara spirit berinovasi dan tetap kreatif. Tentu saja hal ini sangat berat dilakukan di tengah kesibukan mengajar di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus anak saya saat ini, inovasi-inovasi yang dilakukan SD Hikmah Teladan terasa tidak se-dahsyat dulu pada masa anak sulung saya sekolah. Mungkin karena sekarang  kami sudah beradaptasi dengan sistem yang dibangun di SD Hikmah Teladan,  sehingga hikmah-hikmah yang kami dapat tidak se-menakjubkan  dulu. Temuan-temuan anak saya di sekolah menjadi sesuatu yang terlalu biasa dan rutinitas. Saya menerima  apapun yang terjadi di sekolah saat ini. Bahkan ketika tugas-tugas akhir pekan mulai menghilang saya menganggapnya sebagai tahapan yang memang harus dilalui.  Wisata buku yang dulu sangat menarik kini menjadi rutinitas, termasuk Family Day yang tadinya ditunggu mulai menjadi rutinitas dan kehilangan gregetnya. Kondisi ini mungkin berbeda bagi orang tua yang baru menyekolahkan anak-anaknya di Hikmah Teladan. Ide mengenai proyek kelas cukup menarik untuk terus dikembangkan, tetapi harus dikelola dengan lebih komunikatif.  Dibutuhkan berbagai inovasi untuk menghadirkan pengalaman yang dahsyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja guru sebagai ujung tombak di sekolah sangat berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang mereka dapatkan. Bagaimanapun kita tidak bisa menutup mata kesejahteraan memiliki korelasi penting dalam mempertahankan performa kerja. Tanpa bermaksud membuka konfrontasi, saya ingin memberikan emphasis bahwa guru di SD Hikmah Teladan berhak mendapatkan kesejahteraan yang memadai.  Ketika dunia pendidikan formal saat ini sudah mulai mengangkat nasib guru, maka SD Hikmah Teladan seharusnya lebih dulu mengangkat hal ini. Persoalan kesejahteraan harus dikembalikan kepada visi dan makna hikmah dan teladan. Institusi Hikmah Teladan harus berani berinovasi dan memberikan teladan untuk memberikan prioritas pada isu kesejahteraan guru. Pada sisi lain, guru juga harus memiliki kekuatan bargaining untuk mendapatkan haknya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan kedua dari sisi manajemen pendidikan di SD Hikmah Teladan. Visi berani mencoba dan makan mencari hikmah untuk menjadi teladan harus dipraktekkan dalam sistem manajemen sekolah.  Manajemen dituntut untuk senantiasa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terjadinya inovasi dan kreativitas dalam proses belajar mengajar.  Pengembangan sumber daya manusia dan fisik harus seimbang. Tantangan terbesar dari manajemen sekolah sejenis SD Hikmah Teladan adalah mempertahankan diri supaya tidak terjebak dalam pusaran komersialisasi pendidikan. Bagaimanapun penyelenggaraan sistem pendidikan alternatif membutuhkan biaya khusus yang berbeda dengan kebutuhan pada sistem pendidikan yang umum. Namun demikian, perhitungan biaya pendidikan hendaknya diletakkan di atas prinsip keberpihakan pada kepentingan idiologi alternatif bukan pada akumulasi keuntungan. Pembiayaan juga harus memperhitungkan kesetimbangan antara pengembangan fisik dan pengelolaan sumber daya manusia sebagai ujung tombak penyelenggaraan sistem pendidikan.  Apabila hal ini tidak dapat dilalui, maka SD Hikmah Teladan akan terjebak menjadi sekolah komersil bukan sekolah alternatif lagi. Kembali hal ini tidak mudah dijalankan namun saya percaya bila kembali pada visi dan makna hikmah dna teladan maka akan lebih mudah melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan ketiga, dari pihak orang tua murid. Penyelenggaraan pendidikan model Hikmah Teladan membutuhkan dukungan intensif dari orang tua murid. Proses yang terjadi di sekolah tidak akan bertahan lama jika tidak diteruskan di rumah. Orang tua murid harus memahami prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan di Hikmah Teladan agar dapat mengadopsinya di tingkat rumah tangga. Pengalaman pada kedua anak saya menunjukkan bahwa kita tidak bisa lepas tangan terhadap proses yang terjadi di sekolah.  Situasi yang terjadi di sekolah sangat memungkinkan individualitas berkembang jauh di SD Hikmah Teladan. Visi berani mencoba membuka pintu individualitas. Pada kasus kedua anak saya, sistem ini menghasilkan dua titik ekstrim yaitu bila anak kita kuat personalitinya, maka dia akan menjadi pelaku bagi berbagai kejutan positif maupun negatif. Namun bila lemah personalitinya maka dia akan menjadi korban dari kekuatan teman-temannya.  Kedua anak saya pernah menjadi korban dan pernah menjadi pelaku.  Naufal pernah menjadi korban smack down kawannya selama beberapa bulan. Sekarang Naufal mulai melawan tindakan kekerasan yang etrjadi pada dirinya. Kondisi ini harus dikelola dengan bijaksana agar dampak negatifnya dapat diminimalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain adalah daya kritis harus tetap terpelihara agar kita bisa tumbuh bersama anak-anak kita yang dibesarkan dalam sistem yang cukup kritis. Tanpa kita sadari, anak-anak sebenarnya juga memberikan pelajaran berharga tentang hidup, tentang cinta, tentang kebahagiaan, dan kesadaran lingkungan. SD Hikmah Teladan memungkinkan anak-anak maju pesat seperti anak panah kehidupan kita hanyalah busur yang mendorong perjalanan mereka (mengutip Khalil Gibran).  Sekolah hanya satu titik untuk menanamkan kekuatan pada anak-anak, titik lainnya adalah rumah dan pola pengasuhan kita.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Catatan Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman menyekolahkan dua anak di SD Hikmah Teladan menjadi proses pembelajaran tersendiri bagi saya dan keluarga.  Saya merasakan tumbuh bersama kedua anak saya dalam sistem yang ditawarkan di SD Hikmah Teladan.  Keberanian untuk mencoba dan mencari hikmah untuk menjadi teladan ternyata tidak hanya berlaku pada anak-anak tetapi juga berlaku pada orang tua, guru, manajemen, dan semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan di Hikmah Teladan. Institusi Hikmah Teladan memberikan ruang eksplorasi yang begitu luas bagi kita semua dan  memungkinkan kebebasan ekspresi.  Kebebasan ini yang saya dapatkan selama berinteraksi dengan pihak sekolah.  Kebebasan ini pula yang membuat saya bersedia membuat refleksi ini dengan satu semangat bahwa semua orang akan memandang positif atas ekspresi saya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan terbesar saya sampaikan pada guru-guru di Hikmah Teladan yang memberikan seluruh integritasnya pada anak-anak. Para guru tidak hanya menjalankan pekerjaan sebagai pengajar tetapi juga memberikan cintanya pada anak-anak.  Dari guru-gurulah anak-anak mendapatkan teladan untuk saling menghargai, menghormati, mencintai dan mengasihi satu sama lain. Anak-anak merasa dicintai dan dibutuhkan. Hal ini menimbulkan suasana positif bagi perkembangan anak-anak. Saya yakin anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang mencintainya akan tumbuh menjadi manusia yang memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Anak-anak yang dibesarkan dengan teladan akan memberikan teladan juga ketika dia dewasa. Campur tangan kita sebagai orang tua murid akan menggenapkan proses yang mereka alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman paling berharga lainnya yang diperoleh dari Hikmah Teladan adalah keleluasaan dan pembebasan saya untuk melakukan refleksi seperti ini. Saya tidak ragu menemukenali kekurangan atau tantangan yang ada di SD Hikmah Teladan dan mengungkapkannya. Sekaligus saya tidak jumawa pula dengan capaian-capaian yang sudah berhasil diraih anak-anak selama sekolah. Saya memiliki optimisme dan kebebasan berpikir ala Hikmah Teladan, saya tidak ragu untuk meneruskan proses belajar di Hikmah Teladan secara kritis. Saya yakin setiap hari kita bisa menemukan hikmah dan kita bisa menjadi teladan paling tidak untuk naak-anak kita sendiri.  Refleksi ini hanya penggalan pengalaman dan pemahaman, sangat parsial, tidak sistematis, bersifat otoktritik, dan sangat subjektif. Jangan risau bila ada yang tidak sesuai dan jangan cepat puas bila ternyata menggembirakan.  Mudah-mudahan ada manfaatnya. Jadi, belajar di Hikmah Teladan?! Yuuuk.....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan guru-guru berjalan di antara muridnya, &lt;br /&gt;tiada memindahkan kebijkasanaan&lt;br /&gt;Tetapi membenihkan keyakinan dan kasih sayang&lt;br /&gt;Menuntunmu ke pintu gerbang penalaran&lt;br /&gt;Pengertian tentang Tuhan dan seluruh alam&lt;br /&gt;(Khalil Gibran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cimahi, 15 April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-411582265567896439?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/411582265567896439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=411582265567896439' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/411582265567896439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/411582265567896439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2009/05/belajar-di-hikmah-teladan-yuuuk.html' title='BELAJAR DI HIKMAH TELADAN?!  YUUUK…..'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-3864457889783847250</id><published>2009-05-22T11:46:00.001-07:00</published><updated>2009-05-22T11:52:58.594-07:00</updated><title type='text'>Rindu</title><content type='html'>ku menunggumu dalam diamku yang menggelisahkan&lt;br /&gt;tak dapatkan kau singgah sejenak pada dinding waktuku&lt;br /&gt;karena rindu ini tak pernah menepi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-3864457889783847250?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/3864457889783847250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=3864457889783847250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/3864457889783847250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/3864457889783847250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2009/05/rindu.html' title='Rindu'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-4332526369514989925</id><published>2009-04-21T08:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T08:34:55.278-07:00</updated><title type='text'>Dua Belahan Jiwaku</title><content type='html'>Untuk mereka aku bertahan&lt;br /&gt;Bersama mereka aku tumbuh dan mendewasa&lt;br /&gt;Pada mereka cinta dan kasih ku tumpahkan&lt;br /&gt;Mereka menggenapkanku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-4332526369514989925?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/4332526369514989925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=4332526369514989925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/4332526369514989925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/4332526369514989925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2009/04/dua-belahan-jiwaku.html' title='Dua Belahan Jiwaku'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-4298806852411306171</id><published>2009-04-21T08:08:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T08:13:56.116-07:00</updated><title type='text'>Kelu</title><content type='html'>Hilang kata&lt;br /&gt;Hilang arah&lt;br /&gt;Hilang aku merindu-Mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-4298806852411306171?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/4298806852411306171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=4298806852411306171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/4298806852411306171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/4298806852411306171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2009/04/kelu.html' title='Kelu'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-828019861873083691</id><published>2008-11-09T23:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T22:40:02.220-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>TRAGEDI AMPLOP KOSONG</title><content type='html'>Oktober lalu, sahabatku mengirim sms pendek yang membuatku terguncang:&lt;br /&gt;"Doakan aku besok aku dioperasi. Rahimku diangkat"&lt;br /&gt;Bukan berita seperti itu yang aku harap setelah lama kita tidak saling berkirim kabar. Tetapi aku yang terbiasa mendapat kejutan, pura-pura sok tegar, membalas smsnya dengan doa dan cinta setulus aku punya. Aku melakukan doa khusus untuk keselamatannya (tentunya bagian ini tidak aku ceritakan padanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku monitoring perkembangannya. Akhirnya aku mendapat kabar dia sudah di Bandung untuk pemulihan. Seperti anak yang ulang tahun dapat kado besar, aku sangat bersemangat untuk menjenguk dan memberikan semangat. Aku sudah membayangkan dia tergolek lemah tak berdaya, tetapi dia pasti tegar seperti biasanya. Aku ajak keluargaku untuk ikut memberikan semangat. Semua antusias menjenguk. Bahkan aku menyiapkan amplop berisi uang untuk dia. Enatahlah walaupun aku merasa aneh memberinya amplop, tapi aku lakukan juga. Paling tidak aku membawa sesuatu buat dia. Uang tentu saja bukan pilihan yang tepat, tetapi aku gak punya cara lain. Jadi aku putuskan saja memberikan amplop tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumahnya aku lihat dia tidak tergolek lemas. Ada sisa keletihan di wajahnya tetapi aku melihat semangatnya justru sangat tinggi dibandingkan terakhir kita bertemu. Dia bercerita soal pengalaman spiritual menjelang operasi. Inti dari pengalaman itu adalah penerimaan diri."Kalau kita bisa lebih menerima diri kita dengan kesejarahan kita, pastinya kita menjadi lebih tenang. Dan sangat penting bagi kita memberikan maaf. Pemaafan itu sebenarnya bukan unutk orang lain tapi untuk kita sendiri" katanya sambil tersenyum tulus. Ah, ketulusan itu begitu kuat terpancar. Aku memeluknya sambil pamitan. Kita berjanji untuk lebih sering kontak. Sambil pulang aku sisipkan amplop itu di kepalan tangannya. Dia tentu saja menolak, baginya kedatanganku lebih berharga. Tapi aku memaksanya. Sesaat ada rasa hampa menyelinap dalam hatiku. Entah mengapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan deras mengguyur jalanan yang aku lalui menuju pulang. Aku gelisah. Ada sesuatu yang aku rasa gak beres. Tapi apa? Sampai di rumah, HP-ku berdering! Aku meraih HP dari dalam tasku, tiba-tiba sepucuk amplop bergaris terjatuh dari tasku!!! Jantungku berdegup kencang. Aku kemudian terawangkan amplop tertutup itu ke arah cahaya, ternyata terbayang lembaran uang kertas di dalamnya.....!!! Tiba-tiba ada yang menonjok ulu hatiku. Aku mual.... Amplop mana yang aku berikan tadi buat sohibku? Apa amplop tadi berisi? Aku makin mual setelah ku ingat-ingat pastinya amplop yang aku berikan pada sahabatku adalah amplop kosong!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku SMS sahabatku. Sungguh aku gak mampu bicara langsung via telepon untuk minta maaf seribu bahkan sebanyak maaf yang harus diminta. Dia menjawab smsku singkat: " he...he...ga apa-apa kali. Aku janji lain kali kalau aku perlu pasti kamu orang pertama yang aku kontak"&lt;br /&gt;AKu hanya bisa melongo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita benar-benar mempraktekkan saling penerimaan. Aku harus menerima bahwa diriku melakukan kebodohan ini. Dan dia dengan besar hati menerima aku dengan keteledoranku. Setelah sesi mual dan malu atas ketololanku, muncul sensasi ketenangan dan keyakinan aku bisa hidup dengan tragedi ini tanpa harus kehilangan muka. Aku tidak menyembunyikan apapun dari sahabatku yang satu ini. Aku yakin dia tetap menerimaku sebagai sahabatnya, sekalipun aku memberikan amplop kosong......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-828019861873083691?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/828019861873083691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=828019861873083691' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/828019861873083691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/828019861873083691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2008/11/tragedi-amplop-kosong.html' title='TRAGEDI AMPLOP KOSONG'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4791696544837393145.post-8365117723591715430</id><published>2008-11-09T23:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T23:26:12.319-08:00</updated><title type='text'>Langkah Awalku</title><content type='html'>Hari ini aku memulai perjalananku di dunia maya. Aku akan mulai berbagi cerita, ide, dan pengalamanku. Penting dan tidak penting ga terlalu masalah.Idenya berawal dari pertemuan kembali dengan salah seorang sahabatku. Bersamanya aku menemukan hari-hari yang bernas. Sayang kesibukan membuat kami sulit untuk bertemu. Pada pertemuan terakhir, aku diberitahu dia memiliki blog. Aku membuka blognya.... Membaca kisahnya mendekatkan aku padanya. Melihat foto-foto perjalanannya, membuatku tenang karena dia baik-baik saja. Aku berpikir hal yang sama mungkin juga bisa dirasakan oleh orang-orang terdekatku ketika jarak membuat pertemuan menjadi kemewahan luar biasa. Blog ini mestinya bisa menjadi pelepas rindu dan kangen sebelum pertemuan terjadi.Sedikit filosofi untuk blog ini, hidup mestinya menjaid indah bagi orang-orang yang menikmatinya. Dan kita harus menemukan makna keindahan hidup bahkan dari kejadian yangs angat menggetirkan...So... here I am now....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4791696544837393145-8365117723591715430?l=haripenuhmakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/feeds/8365117723591715430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4791696544837393145&amp;postID=8365117723591715430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/8365117723591715430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4791696544837393145/posts/default/8365117723591715430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://haripenuhmakna.blogspot.com/2008/11/langkah-awalku.html' title='Langkah Awalku'/><author><name>diekrana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03029189329577421993</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_e9fjxD1Uyh8/TNLWPuRrNrI/AAAAAAAAAA4/ol81xPnf3Zc/S220/DSC_0215.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
